ASIAWORLDVIEW – Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menegaskan bahwa Alfarun 2026 bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wadah strategis untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan keberlanjutan lingkungan. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem bisnis lokal dengan melibatkan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok acara, mulai dari penyediaan produk hingga layanan pendukung.
Alfarun tidak hanya menjadi festival olahraga, tetapi juga platform pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menghubungkan kegiatan berskala besar dengan kebutuhan riil pelaku usaha mikro dan kecil.
“Setiap kegiatan berputar kembali ke ekonomi lokal melalui pendapatan pelaku usaha kecil, penciptaan lapangan kerja temporer, serta peningkatan kapasitas UMKM untuk masuk ke rantai pasok yang lebih formal dan terstandarisasi. Misalnya, dalam pembuatan goodie bag-nya, kami melibatkan pengusaha kecil,” ia mengatakan dalam keterangan pers, Senin (14/9/2026).
Alfamart memanfaatkan event ini sebagai katalis untuk membuka akses pasar bagi UMKM lokal. Dampaknya tidak hanya terasa pada omzet jangka pendek, tetapi juga pada peningkatan kapabilitas yang terlibat dituntut memenuhi standar kualitas, ketepatan waktu, dan administrasi yang lebih rapi.
Ia juga menekankan komitmen Alfamart terhadap keberlanjutan. Salah satu simbol nyata dari komitmen tersebut adalah penggunaan jersey yang dibuat dari daur ulang botol plastik, sebuah langkah inovatif yang menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi medium edukasi lingkungan.
“Jersey ramah lingkungan ini tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat bahwa gaya hidup sehat harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap bumi,” ia menjelaskan.
Langkah ini adalah contoh bagaimana limbah dapat diubah menjadi produk bernilai tambah, menciptakan pasar baru bagi bahan daur ulang, dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku virgin. Inisiatif semacam ini memperkuat posisi Alfamart di mata investor, regulator, dan konsumen yang semakin sadar lingkungan.
“Keberlanjutan bukan lagi biaya tambahan, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang dapat menurunkan risiko reputasi, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan membuka peluang kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki komitmen serupa,” pungkasnya.
Alfarun 2026 menjadi contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan ritel besar. Kegiatan ini mampu menghadirkan program yang berdampak luas: membangun tubuh sehat, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus menjaga lingkungan.
“Olahraga bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan simpul yang dapat menghubungkan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan tanggung jawab lingkungan dalam satu ekosistem yang saling memperkuat,” pungkasnya.
