ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Rabu (9/9/2026), masih bergerak di bawah level psikologis USD 80.000. Sepanjang hari, BTC diperdagangkan dalam rentang yang cukup sempit, menunjukkan pasar yang sedang mencari arah setelah gagal mempertahankan level tertingginya di awal pekan.
CoinMarketCap mencatat Bitcoin kini menjadi USD78.896,92, turun 0,53% dalam 24 jam. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah dunia mendekati US$ 100 per barel. Hal ini memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global, yang pada gilirannya menekan aset-aset berisiko seperti Bitcoin.
Selain itu, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan kembali menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Skenario ini biasanya memperkuat dolar AS dan mengurangi daya tarik aset-aset berisiko.
Baca Juga: Bitcoin Koreksi Tipis, Gagal Bertahan di Atas Level Psikologis USD80.000
Meskipun terkoreksi dalam sehari, tren Bitcoin dalam jangka menengah masih menunjukkan sinyal positif. BTC masih menguat 21,27% dalam 30 hari, 22,98% dalam 60 hari, dan 27,09% dalam 90 hari.
Bahkan performa tujuh hari masih berada di zona positif dengan kenaikan 2,04%. Hal ini mengindikasikan bahwa koreksi saat ini masih terlihat sebagai bagian dari konsolidasi alami setelah reli yang cukup panjang.
Dari sisi permintaan institusional, Tether dilaporkan telah mengarahkan hingga 15% dari laba operasionalnya untuk membeli Bitcoin sejak Mei 2023, sementara permintaan ETF juga tetap kuat. Di sisi lain, aktivitas jaringan Bitcoin mencatat 893.391 transaksi terkonfirmasi pada 6 September, menjadikannya hari dengan jumlah transaksi harian tertinggi keempat dalam sejarah Bitcoin.

