ASIAWORLDVIEW – CEO dan Founder FLOQ, salah satu platform investasi aset kripto, Yudhono Rawis dalam keterangannya di Jakarta, melihat prospek Bitcoin secara keseluruhan. Meski pasar kini memasuki fase pembuktian, permintaan investor masih cukup kuat menopang harga. Hal itu karena aset digital tersebut masih teratas di pasar kripto.
“Reli Bitcoin sepanjang Agustus menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto masih sangat kuat. Namun, setelah gagal bertahan di atas 80.000 dolar AS, pasar sekarang masuk ke fase pembuktian,” ia mengatakan, dikutip Asia World View, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, investor perlu mencermati permintaan spot dan arus dana institusional. Hal ini dilakukan untuk mengukur kekuatan pasar setelah reli.
Selama tiga minggu terakhir, total arus masuk dana ke ETF telah mencapai sekitar 3,8 miliar dolar AS, mencatatkan rekor arus masuk tiga minggu terkuat sepanjang tahun ini. Justru arus beli yang kuat dari investor institusional inilah yang memberikan dukungan kokoh bagi harga Bitcoin, sehingga harganya dapat pulih dengan cepat pada akhir pekan dan kembali menembus level 80.000 dolar AS.
Baca Juga: Pasar Kripto Menguat Seiring Lonjakan Altcoin Utama
Setelah harga berhasil menembus level 80.000 dolar AS, pasar memasuki fase “divergensi di level tinggi” dan bersikap menunggu. Dari sudut pandang analisis teknis, sistem rata-rata pergerakan harian Bitcoin masih menunjukkan pola bullish, harga juga tetap stabil di atas garis tengah Bollinger Band, dan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di level 67,9, yang menunjukkan zona yang relatif kuat. Namun, grafik 4 jam menunjukkan momentum kenaikan mulai melambat dan muncul tanda-tanda divergensi puncak, yang mengisyaratkan kemungkinan adanya tekanan koreksi dalam jangka pendek.
“Jika arus ETF kembali positif ketika Bitcoin berada di area 77.000-80.000 dolar AS, itu bisa menjadi indikasi bahwa investor besar masih melihat koreksi sebagai kesempatan untuk membangun posisi,” katanya pula.
Selain arus ETF, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada 28 Agustus lalu direspons sebagai sinyal hawkish.
Warsh menegaskan inflasi AS masih berada di atas target dua persen dan perkembangan inflasi dalam beberapa bulan terakhir belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.
