ASIAWORLDVIEW – Vivo kembali mencuri perhatian dunia teknologi dengan mengungkap detail penting tentang seri flagship terbarunya, Vivo X500 Pro dan X500 Pro Max. Setelah sebelumnya Product Manager Vivo, Han Boxiao, membeberkan kemampuan kamera periskop pada kedua model, kini giliran sektor otak atau prosesor yang menjadi sorotan. Han Boxiao secara resmi mengonfirmasi bahwa lini Pro dari seri X500 akan menjadi smartphone pertama di dunia yang menggunakan chipset flagship 2nm hasil kolaborasi antara Vivo dan MediaTek.
Chipset yang diberi nama “Blue Crystal × Dimensity 2nm flagship chip” ini merupakan buah kerja sama mendalam antara kedua perusahaan. Meskipun Vivo belum menyebutkan nama resmi chipset tersebut karena MediaTek sendiri belum secara resmi meluncurkannya, berbagai sumber meyakini bahwa chip ini adalah varian khusus dari MediaTek Dimensity 9600 Pro yang diperkirakan akan segera debut dalam beberapa minggu mendatang.
Dari sisi teknis, chip ini dibangun menggunakan proses fabrikasi TSMC N2P 2nm generasi kedua. Teknologi ini merupakan salah satu proses manufaktur paling canggih yang tersedia saat ini, menawarkan peningkatan efisiensi daya yang signifikan serta performa yang lebih tinggi.
Baca Juga: Vivo V80 Lite Hadir dengan Dua Varian, Malaysia Usung Baterai 10.000 mAh
Untuk konfigurasi CPU, chip ini mengadopsi arsitektur tri-cluster 2+3+3 yang merupakan desain “all-big-core” atau semua inti adalah inti besar. Konfigurasi ini menandai lompatan signifikan dari desain tradisional 4+4, dengan frekuensi maksimum yang memecahkan rekor MediaTek. Selain itu, chip ini juga dilengkapi dengan arsitektur GPU generasi baru yang diklaim memiliki performa puncak dan efisiensi energi terbaik di industrinya.
Hal yang membuat chip ini istimewa adalah fokusnya pada kemampuan pencitraan dan video, bukan sekadar performa mentah. Han Boxiao memposisikan chip ini tidak hanya sebagai prosesor performa, tetapi juga sebagai “imaging chip” yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan fotografi dan videografi profesional.
Chip ini dilengkapi dengan zona hardware khusus untuk perekaman video Log profesional. Fitur ini memungkinkan perekaman video 4K pada 120 frame per detik dengan kedalaman warna 10-bit, yang dirancang untuk memudahkan proses color grading pasca-produksi.
Vivo mengklaim ini adalah yang pertama di industri. Fitur ini dirancang untuk menghasilkan warna kulit dan dynamic range yang optimal saat merekam video portrait dalam format 4K Dolby Vision, tanpa memerlukan banyak pengolahan tambahan. Berkat imaging NPU yang diperbarui, chip ini mampu melakukan pelacakan autofocus hingga 60fps pada resolusi 4K, termasuk pada berbagai focal length kamera.
Mesin yang dikembangkan bersama ini menambahkan kemampuan super-resolusi pada tingkat hardware untuk footage yang di-zoom, meningkatkan kualitas video saat merekam dari jarak jauh. Prosesor AI baru memungkinkan pengguna menghasilkan video highlights dari footage yang direkam hanya dengan satu ketukan (one-tap).
