ASIAWORLDVIEW – BlackRock Ethereum ETF (ETHA) mencapai tonggak sejarah besar dengan kepemilikan 3 juta ETH setelah pembelian terakhir sebesar 59.309 ETH. Dana Ethereum ini telah melakukan pembelian besar-besaran sepanjang Juli, dengan aset yang dikelola (AUM) kini melebihi USD11,1 miliar.
Di tengah arus masuk yang besar ini, harga saham ETHA menunjukkan kekuatan mendekati USD30, dengan kenaikan 50% pada grafik bulanan. Saat Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui penebusan dalam bentuk aset untuk ETF Bitcoin dan Ethereum, iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock mencapai tonggak baru. Dengan arus masuk sebesar USD223 juta dan penambahan 59.309 ETH ke dalam kepemilikannya, total kepemilikan bersih dana ETHA telah melampaui angka 3 juta. Perlu dicatat bahwa 40% dari pembelian sebesar 1,23 juta ETH ini terjadi pada bulan Juli, hingga saat ini.
Di sisi lain, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah mengakui proposal staking ETH untuk ETF Ethereum BlackRock. Para ahli memprediksi bahwa persetujuan tersebut dapat terjadi pada akhir tahun ini. Hal ini akan menjadi terobosan besar karena akan memungkinkan penerbit ETF AS untuk menghasilkan imbal hasil tambahan melalui staking.
Baca Juga: Pakar Memprediksi ETF Mulus Dapat Lampu Hijau dari SEC
Langkah tersebut meneruskan keuntungan tambahan kepada investor. Apalagi mendapatkan ersetujuan SEC akan semakin menarik arus modal institusional yang besar ke dalam ETF Ether.
Pada Selasa, saham ETHA mencatat volume perdagangan lebih dari USD1,1 miliar di tengah minat kuat para trader. Setelah naik lebih dari 50% dalam sebulan terakhir, harga saham ETHA kini mendekati level USD30.
Strategis ETF Senior Bloomberg Eric Balchunas mencatat bahwa ETF Ether sedang berkembang pesat, mengikis dominasi Bitcoin di pasar ETF kripto. Menurut Balchunas, ETF Bitcoin kini menguasai 82% dari total aset kripto yang dikelola (AUM), turun dari 90% dua bulan lalu. Sementara itu, pangsa Ether telah naik menjadi 13% dan terus meningkat.
