ASIAWORLDVIEW – Masyarakat Indonesia terbiasa mencuci sayur dan bahan makanan sebelum dimasak. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri, pestisida, dan kotoran yang menempel. Meski proses memasak dapat membunuh sebagian mikroorganisme, mencuci tetap diperlukan karena residu kimia dan tanah bisa bertahan bahkan setelah dimasak.
Ternyata mencuci sayur dan buah membantu menghilangkan kotoran, pestisida, dan kuman. Namun tidak menghilangkan semua kontaminan atau memberikan perlindungan penuh terhadap penyakit.
Beberapa patogen juga dapat masuk ke dalam buah atau sayuran. Penelitian menunjukkan bahwa E. coli dapat masuk ke dalam tomat melalui bekas tangkai, di mana bakteri tersebut terlindung dari pencucian permukaan. Di sinilah praktik keamanan pangan lainnya berperan, seperti memasak, menyimpan di lemari es, dan mencegah kontaminasi silang.
“Mungkin ada jenis sayur dan buah tertentu yang lebih sering dikaitkan dengan wabah pada tahun tertentu,” kata Vanessa Coffman, PhD, direktur Aliansi untuk Menghentikan Penyakit yang Disebabkan oleh Makanan, mengutip Health, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Tips Pola Makan Sehat Ala Nabi Muhammad SAW: Teladan Holistik untuk Generasi Modern
Selain itu, mencuci juga membantu mengurangi residu pestisida yang sering kali masih melekat pada permukaan sayuran, sehingga menurunkan risiko paparan bahan kimia berbahaya. Lebih jauh lagi, mencuci sayuran dapat mencegah kontaminasi bakteri seperti E. coli dan Listeria, yang pernah dikaitkan dengan kasus wabah akibat konsumsi sayuran berdaun mentah.
Cara mencuci yang tepat adalah dengan membilas di bawah air mengalir sambil digosok perlahan, menggunakan sikat khusus untuk sayuran berkulit keras seperti kentang atau wortel, serta merendam sebentar sayuran berdaun seperti selada atau bayam sebelum dibilas kembali.
Penting untuk diingat bahwa penggunaan sabun atau deterjen tidak disarankan karena dapat meninggalkan residu berbahaya. Proses pencucian sebaiknya dilakukan tepat sebelum dimasak atau dimakan agar sayuran tetap segar dan tidak cepat rusak.
Jika sayuran tidak dicuci, risiko yang muncul cukup serius: mulai dari penyakit bawaan makanan akibat bakteri berbahaya, paparan residu pestisida yang tidak hilang meski sudah dimasak, hingga kontaminasi silang di dapur ketika kotoran dari sayuran berpindah ke talenan, pisau, atau permukaan lainnya. Dengan demikian, mencuci sayur dan bahan makanan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga langkah preventif untuk melindungi kesehatan keluarga, menjaga kualitas gizi, dan memastikan makanan yang dikonsumsi aman serta layak.
