ASIAWORLDVIEW – Surplus App, platform digital karya anak bangsa yang bertujuan untuk mengurangi limbah makanan di Indonesia. Caranya menyelamatkan produk makanan berlebih dari toko, restoran, hotel, dan supermarket.
CEO of Surplus Indonesia, Agung Saputra dalam Press Conference: Surplus Indonesia Clearance Sale App, Jumat (18/7/2025), menjelaskan, aplikasi ini memungkinkan pelaku bisnis menjual makanan yang masih layak konsumsi namun tidak terjual, dengan diskon minimal 50% tanpa syarat. Konsumen dapat membeli makanan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus berkontribusi dalam menjaga lingkungan dari emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh pembusukan makanan di tempat pembuangan akhir.
Baca Juga: Kebangkitan Social Entrepreneurship, Raih Untung Sambil Menjaga Lingkungan
“Surplus tidak hanya berfungsi sebagai marketplace makanan diskon, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Zero Hunger, Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab, serta Climate Action,” ia mengatakan.
Aplikasi ini dilengkapi fitur pengambilan langsung di toko atau pengantaran, sistem pembayaran digital (OVO, GoPay, DANA), forum komunitas, dan program donasi makanan. Dengan lebih dari 5.000 mitra bisnis dan kehadiran di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali, Surplus telah menyelamatkan ribuan ton makanan dan mencegah emisi jutaan ton CO₂.
Surplus menargetkan ekspansi ke 10.000 tenant makanan dan 1 juta konsumen langsung pada 2025. Selain itu, program ini terus berkolaborasi dengan Greeneration Foundation untuk mendorong kebijakan pengurangan food loss dan food waste di Indonesia.
“Inisiatif ini bukan hanya soal menyelamatkan makanan, tapi juga tentang membangun ekosistem konsumsi yang adil, berkelanjutan, dan berdampak sosial,” ia mengatakan.
