BTC Kembali Melemah, Bertahan di Bawah USD64.000

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Kamis (13/8/2026), bergerak melemah dan bertahan di bawah level psikologis USD64.000. Angka ini melanjutkan tren konsolidasi yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir.

Sepanjang hari, Bitcoin diperdagangkan dalam rentang yang cukup sempit. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar. Berdasarkan data dari berbagai sumber, berikut ringkasan pergerakan Bitcoin pada 13 Agustus 2026. Kapitalisasi pasar Bitcoin pada hari ini mencapai sekitar US$1,27 triliun. Jika dikonversi ke Rupiah dengan kurs sekitar Rp17.877 per dolar AS, harga Bitcoin setara dengan sekitar Rp1,13 miliar per koin.

Pelemahan Bitcoin pada hari ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor yang menekan sentimen pasar. Eskalasi konflik antara AS dan Iran di Selat Hormuz menjadi sentimen negatif utama. Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz hingga 2029, kecuali AS mencabut blokade lautnya. Hal ini mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas global, yang pada gilirannya menekan aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga: Bitcoin Masuki Fase Sinyal, Hadapi Ancaman Rantai Ganda

Pelaku pasar bersikap wait and see menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) AS untuk bulan Juli. Data yang dirilis menunjukkan inflasi tahunan turun tipis menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni, sesuai dengan ekspektasi pasar. Meskipun data ini meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed, respons pasar kripto justru relatif datar, menunjukkan adanya disconnect dengan pasar saham AS yang merespons positif.

Kondis ini juga diperparah dengan perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia ini kembali menjadi sorotan setelah melakukan penjualan 1.690 BTC pada pekan lalu. Meskipun perusahaan kemudian membeli kembali saham preferen dan menghimpun dana segar, aksi jual dari “paus” ini tetap menekan psikologi pasar. Total kepemilikan Bitcoin Strategy kini turun menjadi 840.447 BTC.

Pasar derivatif mencatatkan gejolak yang cukup besar. Dalam 24 jam terakhir, terjadi likuidasi (force sell) senilai lebih dari US$176 juta, dengan lebih dari 81.000 trader terkena dampaknya. Likuidasi terjadi di kedua sisi pasar (long dan short), mengindikasikan adanya perang posisi di tengah volatilitas yang rendah.

Indeks Fear and Greed (Indeks Ketakutan dan Keserakahan) untuk Bitcoin naik tipis dari 27 menjadi 29. Namun masih berada dalam zona “Takut” (Fear). Ini menunjukkan bahwa meskipun harga bertahan, pelaku pasar masih diliputi kekhawatiran.

Analis dari Glassnode memperingatkan bahwa pasar masih rapuh karena permintaan dari pembeli spot yang lemah, dengan Bitcoin terjebak di antara USD63.000 (Median Realized Price) dan USD68.700 (Short-Term Holder Cost Basis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *