ASIAWORLDVIEW – Ripple dan SEC akhirnya mencapai titik terang setelah lebih dari empat tahun tarik-ulur hukum. Brad Garlinghouse, CEO Ripple, telah mengonfirmasi bahwa perusahaan menarik banding silang mereka, dan SEC juga diperkirakan akan melakukan hal yang sama, menandai berakhirnya salah satu sengketa hukum paling penting di dunia kripto.
Tato itu bukan sekadar hiasan—ia memuat logo XRP dan tanggal 13 Juli 2023, hari ketika pengadilan AS memutuskan bahwa penjualan XRP di bursa publik tidak termasuk dalam kategori sekuritas. Garlinghouse menyebut bahwa keputusan untuk membuat tato ini, apalagi di usia 50-an dan dengan latar belakang MBA Harvard, bukanlah keputusan impulsif.
Baca Juga: Tenggat Waktu SEC AS: Bagaimana Nasib Solana hingga XRP?
Dengan berakhirnya kasus ini, Ripple kini bebas untuk fokus penuh pada pengembangan proyek XRP. CEO Ripple mengkonfirmasi bahwa dia mempertaruhkan semuanya untuk XRP, mengungkapkan optimisme untuk kesuksesan jangka panjang proyek tersebut. Dalam sebuah postingan X, Garlinghouse menunjuk ke tato XRP di lengan atasnya sebagai simbol komitmen 1,000% untuk proyek tersebut.
Ia “mengunci” dirinya sepenuhnya pada visi membangun Internet of Value. Komunitas kripto pun menyambutnya dengan antusias, melihatnya sebagai simbol keberanian dan dedikasi yang tak tergoyahkan.
Ia menegaskan kembali komitmennya terhadap XRP setelah Investor Aset Digital samaran mengomentari keputusannya untuk membuat tato. Akun pseudonim tersebut mencatat bahwa keputusan Garlinghouse untuk membuat tato XRP setelah berusia 50 tahun menandakan dedikasi penuh terhadap proyek tersebut.
