Rahasia Kopi untuk Hati Lebih Sehat

Menikmati secangkir kopi di sebuah cafe.

ASIAWORLDVIEW – Kopi telah menjadi bagian dari rutinitas pagi yang hampir tak tergantikan bagi banyak orang. Kebiasaan ini bukan hanya soal menikmati rasa pahit yang khas, tetapi juga tentang ritual yang memberi energi dan semangat untuk memulai hari. Secangkir kopi di pagi hari membantu meningkatkan fokus, membangunkan tubuh dari rasa kantuk, serta menciptakan momen refleksi singkat sebelum beraktivitas.

“Menurut sebuah studi terbaru, kebiasaan pagi yang umum ini dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit hati, kanker hati, dan kematian akibat masalah hati. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kopi itu sendiri, bukan sekadar kafein yang terkandung di dalamnya, menjadi faktor di balik manfaat-manfaat tersebut,” kata Hyunseok Kim, MD, MPH, PhD, salah satu penulis studi sekaligus ahli hematologi transplantasi dan asisten profesor di Cedars-Sinai Medical Center, mengutip Health, Senin (27/7/2026).

Penelitian telah lama menunjukkan bahwa kopi mungkin bermanfaat bagi hati, yang bertugas menyaring limbah dan menjalankan ratusan fungsi vital lainnya. Namun, para peneliti di balik studi baru ini ingin melakukan analisis yang lebih komprehensif dan “lebih memahami biologi” di balik hubungan tersebut.

Selama masa tindak lanjut median 13 tahun, para peneliti melacak berapa banyak peserta yang didiagnosis menderita sirosis atau kanker hati, atau meninggal akibat kondisi yang berkaitan dengan hati. Pada kelompok-kelompok tertentu dari peserta, mereka juga mengevaluasi hasil MRI terkait lemak dan peradangan hati serta menganalisis hampir 3.000 protein yang beredar dalam darah, kata Kim.

Baca Juga: Starbucks Barista Championship 2026, Persiapkan Simfoni Kopi Indonesia di Panggung Global

Kopi
Kopi

Dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi, mereka yang minum lima cangkir atau lebih per hari memiliki risiko sirosis 32% lebih rendah, risiko kanker hati 47% lebih rendah, dan risiko meninggal akibat penyakit hati 42% lebih rendah, demikian dilaporkan para peneliti dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology. Orang yang minum tiga hingga empat cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko terbesar berikutnya, diikuti oleh mereka yang hanya minum satu hingga dua cangkir sehari.

“Hubungan yang sama terlihat baik pada kopi berkafein maupun tanpa kafein, yang menunjukkan bahwa senyawa selain kafein kemungkinan berkontribusi terhadap manfaat bagi hati,” kata Kim.

Kopi tanpa kafein dikaitkan dengan manfaat bagi hati, penelitian ini menunjuk pada senyawa lain dalam kopi yang mungkin bertanggung jawab. Kemungkinan besar asam klorogenat, sejenis polifenol yang ditemukan dalam banyak makanan nabati, dan senyawa yang disebut diterpen.

Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan, meredakan peradangan. Selain itu, menenangkan sel-sel yang membentuk jaringan parut hati. Kopi juga tampaknya memicu perubahan positif pada mikrobioma usus. Alhasil mengurangi beban toksin yang mencapai hati.unjukkan bahwa kopi mungkin merupakan salah satu komponen dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Namun, para ahli tetap menyarankan untuk memperhatikan seberapa banyak Anda minum dan cara Anda meminumnya. Kafein yang berlebihan serta krim, gula, atau pemanis buatan yang terlalu banyak dapat menyebabkan masalah seperti gangguan tidur dan kenaikan berat badan, dan American Heart Association menyatakan bahwa mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi sehari dapat menyebabkan masalah jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *