ASIAWORLDVIEW – Korbit, bursa kripto lokal pertama Korea Selatan yang didirikan pada tahun 2013. Kini memiliki rumah baru dan menjadi raksasa keuangan tradisional. Bursa tersebut mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka sekarang menjadi bagian dari keluarga Mirae Asset Group, yang dilaporkan memiliki AUM (aset yang dikelola) sebesar USD1 triliun pada bulan Mei.
Entitas pengakuisisi adalah Mirae Asset Consulting, afiliasi dari Mirae Asset Group, yang telah mengakuisisi saham Korbit melalui prosedur pelaporan peraturan yang diwajibkan, dan menjadi pemegang saham terbesar. Pengumuman tersebut mengklarifikasi bahwa tidak ada perubahan pada Korbit Co., Ltd., perusahaan yang mengoperasikan Korbit.
Perusahaan afiliasi tersebut juga mengelola bisnis hotel dan lapangan golf grup tersebut dan kini dilaporkan memegang 97,15% saham di Korbit. Bagi pengguna bursa, akuisisi oleh afiliasi Mirae tidak menimbulkan gangguan langsung. Bursa menyatakan bahwa semua layanan, seperti login, perdagangan, deposit, dan penarikan, akan terus berjalan tanpa gangguan.
Baca Juga: Industri Kripto Ragukan Pengesahan Kejelasan RUU 2025
Deposit pengguna dan aset virtual akan terus disimpan secara terpisah dari aset perusahaan, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual Korea Selatan. Pemrosesan data pribadi juga tetap tidak berubah dan tidak memerlukan tindakan apa pun dari pengguna.
Kesepakatan ini merupakan pertanda jelas bahwa para pemain tradisional semakin mengincar peserta kripto yang sudah ada untuk memperluas jejak mereka di aset digital. Terutama di negara seperti Korea Selatan, di mana volume perdagangan kripto ritel seringkali menyaingi volume di bursa saham, memiliki bursa berlisensi menjadi aset strategis yang sangat berarti.
Tren serupa juga terlihat di bagian lain Asia. Misalnya, SBI Group, konglomerat keuangan Jepang, setuju untuk mengakuisisi bursa kripto Bitbank yang berbasis di Tokyo seharga $289 juta dan membeli saham mayoritas di Coinhako yang berbasis di Singapura.
