Revitalisasi Candi Prambanan, Hidupkan Kembali Relief Epik Ramayana Berusia Ratusan Tahun

Candi Prambanan

ASIAWORLDVIEW – Indonesia dan India resmi melakukan peluncuran kolaborasi konservasi warisan budaya Kompleks Candi Prambanan. Presiden Prabowo dan Perdana Menteri India Narendra Modi secara simbolis menyingkap plakat bertuliskan “Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple”, yang menandai dimulainya kerjasama pelestarian salah satu situs budaya paling penting di Asia Tenggara.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent yang diumumkan dalam pertemuan bilateral sehari sebelumnya. Pemerintah Indonesia dan India akan bekerja sama dalam konservasi dan restorasi kawasan Prambanan, termasuk revitalisasi candi-candi perwara yang hingga kini masih berupa reruntuhan.

“Dengan adanya restorasi dan konservasi, selain memperkuat keberadaan Candi Prambanan sebagai situs sejarah, juga akan meningkatkan kualitas keberadaannya sebagai daya tarik wisata,” kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Restorasi Candi Sewu dan Ratu Boko, Jaga Warisan Budaya dan Pariwisata

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan akan mendukung upaya restorasi dan konservasi Candi Prambanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Selain itu, mendukung pengembangan Candi Prambanan dan daerah sekitarnya sebagai destinasi pariwisata.

Restorasi ini adalah simbol eratnya ikatan peradaban Nusantara dan India. Relief epik Ramayana dan Krishnayana yang terpahat di dinding candi bukan hanya ornamen, melainkan bukti nyata aliran gagasan dan estetika yang telah mengalir deras sejak ratusan tahun silam.

Kementerian Pariwisata RI memasang target tinggi, dengan kunjungan wisatawan India pada 2025 yang sudah mencapai 734.490 orang, dan diproyeksikan menanjak hingga 820.000 di 2026. Artinya, Yogyakarta dan Jawa Tengah tak hanya siap menyambut deru ekonomi lokal yang semakin padat, mulai dari penginapan, kuliner, hingga oleh-oleh batik, tetapi juga siap menjadi pusat perhatian wisata kelas dunia.

Di balik hiruk-pikuk target angka, yang paling penting adalah makna pelestariannya. Prambanan adalah mahakarya arsitektur Hindu terbesar di Indonesia, dan menjaga keutuhannya adalah investasi untuk masa depan. Kolaborasi antara arkeolog Indonesia dan India ini juga membuka ruang transfer keahlian yang berharga, membuat kita semua berkesempatan untuk menyaksikan sendiri bagaimana teknologi dan tradisi bergandengan tangan membangun kembali kejayaan masa lalu. Jadi, sambil menunggu 2029, ada baiknya kita mulai merencanakan liburan ke Prambanan—bukan hanya untuk berfoto, tapi untuk menjadi saksi bisu bagaimana sejarah perlahan bangkit dari tidurnya.

“Kementerian Pariwisata akan merancang paket layanan seperti wisata kebugaran serta wisata sejarah dan budaya agar selain menikmati keindahan Candi Prambanan wisatawan bisa merasakan pengalaman otentik di destinasi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” ia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *