Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Dibayangi Volatilitas Tinggi

Token kripto.

ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto bergerak melemah menjelang hari Senin, dengan Bitcoin kembali menjadi penentu arah pergerakan aset berisiko. Nilai pasar kripto secara keseluruhan merosot ke level USD2,06 triliun seiring meningkatnya kekhawatiran di kalangan pedagang.

Harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD59.568 setelah penarikan dana dari ETF dan kekhawatiran makroekonomi memengaruhi sentimen pasar. Emas dan perak juga menjadi sorotan saat investor mempertimbangkan permintaan aset aman. Para pedagang juga memantau volatilitas yang meluas di pasar saham, obligasi, dan saham terkait kripto sebelum pasar global dibuka untuk perdagangan hari Senin.

Pasar kripto memasuki hari Senin dengan sentimen yang lebih lemah dan sinyal dukungan yang kurang jelas. Harga Bitcoin tetap menjadi pendorong utama sentimen pasar setelah mengalami penurunan yang lebih tajam dibandingkan pasar secara keseluruhan. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa para pedagang masih menggunakan Bitcoin sebagai indikator cepat untuk mengukur risiko.

Pasar menghadapi tekanan baru menjelang hari Senin seiring dengan semakin dalamnya risiko makroekonomi dan geopolitik di seluruh kelas aset utama. Kekhawatiran baru terkait kemungkinan pengetatan kebijakan moneter The Fed, melemahnya Treasury, dan tekanan pada obligasi Jepang membebani sentimen global.

Baca Juga: Brasil Perluas Strategi Cadangan Bitcoin

Para investor juga memantau ketegangan di Iran, harga minyak yang tidak stabil, dan meredanya antusiasme terhadap saham-saham AI. Para analis memperingatkan bahwa likuiditas yang semakin ketat dapat memperparah volatilitas di pasar saham, obligasi, logam, dan Bitcoin jika selera risiko semakin melemah pekan depan.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto CMC berada di level 16, yang menandakan ketakutan ekstrem. Angka seperti ini muncul ketika para pedagang mengurangi eksposur dan menunggu sinyal yang lebih kuat. Likuiditas yang tipis dapat membuat pergerakan harga menjadi lebih tajam selama sesi yang penuh ketidakpastian.

Tekanan ini tidak terbatas pada kripto. Investor memantau imbal hasil obligasi, harga minyak, dan berita geopolitik. Jika harga energi kembali naik, kekhawatiran inflasi bisa segera muncul kembali. Hal itu akan membuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi dan menekan aset spekulatif.

Kelemahan terbaru Bitcoin juga mencerminkan aksi jual besar-besaran melalui ETF Bitcoin spot AS. Dana-dana tersebut mencatat arus keluar bersih sebesar USD1,8 miliar pekan lalu. Angka tersebut disebut sebagai penarikan mingguan terbesar kedua dalam sejarah.

Arus dana ETF penting karena menunjukkan posisi investor besar. Ketika produk-produk ini mengalami kerugian, permintaan spot bisa melemah. Hal itu sering kali berdampak pada Bitcoin terlebih dahulu, lalu menyebar ke altcoin dan saham kripto.

Level USD59.000 menjadi titik fokus para trader. Jika harga mampu bertahan di atas zona tersebut, Bitcoin berpotensi stabil. Sebaliknya, penembusan di bawah level tersebut berpotensi mengembalikan fokus ke level terendah baru-baru ini di $58.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *