Bitcoin Terkoreksi Tipis, Investor Besar Mulai Akumulasi di Tengah Tekanan ETF

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin turun tipis, Senin (29/6/2026), berada di kisaran USD 59.110–59.230 atau sekitar Rp 1,05–1,06 miliar per koin, dengan penurunan harian sekitar 1,44–1,75%. Kapitalisasi pasar menyusut ke level USD 1,18 triliun. Tren mingguan menunjukkan pelemahan lebih dari 8%, menandakan tekanan jual yang cukup kuat.

Bitcoin hari ini masih berada di zona merah. Namun akumulasi oleh pemain besar membuka peluang stabilisasi harga dalam jangka pendek, meski arah pasar tetap sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS dan dinamika ETF.

Faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah arus keluar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat yang berlanjut selama tujuh hari berturut-turut dengan total mencapai USD 4,06 miliar sepanjang Juni 2026. Kondisi ini mencerminkan menurunnya minat investor institusional.

Baca Juga: BTC dan ETH Gagal Rebound, Pasar Opsi Tunjukkan Ketidakseimbangan

Selain itu, kebijakan hawkish The Fed yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga memperkuat dolar AS, sehingga menekan aset berisiko termasuk kripto. Tekanan juga datang dari aksi jual institusional oleh para whale yang melepas kepemilikan besar, serta ketidakpastian makroekonomi global akibat inflasi dan geopolitik yang memperburuk sentimen pasar.

Level support penting di USD 59.000 menjadi perhatian. Jika ditembus, harga berpotensi terkoreksi lebih jauh hingga USD 56.000. Namun, data on-chain menunjukkan adanya aksi akumulasi oleh investor besar di bawah USD 60.000, yang memberi sedikit harapan bahwa tekanan jual bisa berkurang.

Risiko volatilitas tetap tinggi, dengan pergerakan harian bisa mencapai 1–3%. Investor ritel perlu berhati-hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *