IDAI: Kasus Obesitas dan Diabetes Anak di Indonesia Meningkat

Anak yang mengalami obesitas.(AI-Generated Image by freepik)

ASIAWORLDVIEW – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat kasus obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 pada anak meningkat. Kondisi itu banyak dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi kalori, kurang aktivitas fisik, serta penggunaan gawai berlebihan. Kondisi ini menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan jangka panjang anak, termasuk penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolik.

“Terjadi tren peningkatan obesitas, hipertensi, hingga Diabetes Melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda. Ini terkait pola makan dan pola gerak,” Ketua Umum PP IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan, Minggu (14/6/2026).

Prevalensi obesitas anak di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena semakin banyak anak mengalami kelebihan berat badan sejak usia sekolah. Data nasional mencatat bahwa hampir 1 dari 5 anak usia 5–12 tahun mengalami masalah berat badan, dengan 10,8% tergolong gemuk dan 9,2% obesitas. Kondisi ini berlanjut pada remaja usia 13–15 tahun, di mana proporsinya meningkat hingga 16%.

Baca Juga: Waspada Perlemakan Hati, Obesitas Jadi Faktor Utama

Sementara pada kelompok usia 16–18 tahun angka gemuk dan obesitas berada di kisaran 13,5%. Situasi ini menegaskan bahwa obesitas bukan hanya masalah individu, tetapi juga tantangan kesehatan masyarakat yang perlu ditangani secara serius melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta kebijakan kesehatan yang mendukung pola hidup sehat sejak dini.

“Masalah kesehatan anak di Indonesia saat ini tidak lagi didominasi penyakit infeksi, tetapi juga penyakit metabolik yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa,” ia menambahkan.

Selain obesitas dan diabetes, anak-anak juga berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk diabetes. Kondisi ini banyak terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang ditandai dengan kurang bergerak dan konsumsi makanan berlebihan.

Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan anak, termasuk stunting yang penurunannya dinilai belum sesuai target.

“Kita masih menghadapi stunting yang penurunannya belum sesuai target. Lalu ada masalah obesitas dan penyakit metabolik akibat gaya hidup tidak sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan penggunaan gawai secara berlebihan sejak usia dini turut berkontribusi terhadap berkurangnya aktivitas fisik anak dan meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang. Paparan gawai yang tidak terkontrol juga dapat berkaitan dengan keterlambatan bicara (speech delay) hingga gangguan perkembangan pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *