Perjalanan Panjang dan Manis Donat di Berbagai Belahan Dunia

Donut.(Unsplash.com)

ASIAWORLDVIEW – Donat, dengan rasa manisnya yang tak tertahankan dan bentuknya yang unik, telah menjadi makanan pokok di banyak budaya di seluruh dunia. Dari awal yang sederhana hingga statusnya sebagai camilan yang digemari, sejarah donat sama kaya dan beragamnya dengan ragam rasa yang dimilikinya.

Mengutip dari Smithsonian Institution, sejarah donat adalah kisah yang melintasi abad dan benua. Meskipun asal-usul pasti donat agak kabur, secara luas diyakini bahwa konsep adonan goreng dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno. Orang Yunani, Romawi, dan bahkan China Kuno memiliki versi camilan adonan manis yang digoreng yang mirip dengan donat modern.

Namun, donat seperti yang kita kenal saat ini berakar pada para pemukim Eropa awal di Amerika. Catatan tertulis pertama tentang donat di Amerika Serikat berasal dari abad ke-19. Menurut catatan sejarah, pemukim Belanda membawa resep “olykoeks,” atau kue berminyak, yang merupakan pendahulu awal donat modern. Kue-kue ini biasanya dibumbui dan digoreng, dan dinikmati banyak orang karena rasa yang kaya dan tekstur yang renyah.

Baca Juga: Kunafa Jadi Favorit Menu Iftar, Dessert Timur Tengah yang Bikin Penasaran

Perjalanan donat dari camilan Belanda kuno menjadi kue ikonik yang kita nikmati saat ini melibatkan beberapa perkembangan penting. Salah satu perubahan paling signifikan terjadi pada abad ke-19 dengan penemuan lubang khas donat. Penciptaan lubang donat dikaitkan dengan Hanson Gregory, seorang kapten kapal Amerika, yang mengklaim telah menciptakannya pada tahun 1847.

Donat dan kopi.(Unsplash.com)
Donat dan kopi.(Unsplash.com)

Gregory dilaporkan merasa frustrasi dengan bagian tengah adonan donat tradisional yang lembek dan memutuskan untuk memotong bagian tengahnya. Kemudian menciptakan kue berbentuk cincin yang kita kenal hari ini. Inovasi ini tidak hanya memperbaiki tekstur donat tetapi juga memudahkan proses memasak secara merata.

Popularitas donat terus meningkat sepanjang abad ke-20, terutama dengan munculnya toko-toko donat dan jaringan ritel. Pada tahun 1950-an, beberapa jaringan donat besar didirikan di Amerika Serikat, seperti Dunkin’ Donuts dan Krispy Kreme. Jaringan-jaringan ini memainkan peran penting dalam mempopulerkan donat dan menjadikannya bagian tak terpisahkan dari budaya Amerika. Dunkin’ Donuts, yang didirikan pada tahun 1950 oleh William Rosenberg, dikenal karena beragam rasa dan layanan drive-thru yang praktis. Krispy Kreme, yang didirikan pada tahun 1937 oleh Vernon Rudolph, terkenal karena donat panas dan segar khasnya serta lapisan gula yang unik.

Meskipun donat sering dikaitkan dengan budaya Amerika, donat dinikmati dalam berbagai bentuk di seluruh dunia. Di Inggris, misalnya, donat dikenal sebagai “doughnuts” dan sering diisi dengan selai atau custard. Di Jerman, donat disebut “Berliner” dan juga diisi dengan selai manis. Di Prancis, Anda mungkin menemukan “beignets,” yaitu kue goreng yang ditaburi gula bubuk.

Kemampuan donat untuk beradaptasi dengan selera dan bahan lokal telah menghasilkan beragam rasa dan gaya. Di Jepang, misalnya, Anda dapat menemukan varietas donat unik seperti “Pon de Ring,” yang dikenal dengan tekstur kenyal dan bentuk cincinnya. Di Timur Tengah, “sufganiyot” adalah donat tradisional berisi selai yang dinikmati selama Hanukkah.

Signifikansi budaya donat melampaui daya tarik kulinernya. Donat telah menjadi simbol kenyamanan dan kenikmatan, serta sering hadir dalam perayaan dan acara khusus. Misalnya, Hari Donat Nasional, yang dirayakan pada Jumat pertama bulan Juni di Amerika Serikat, menghormati kontribusi Tentara Keselamatan selama Perang Dunia I. Mereka menyajikan donat kepada tentara di garis depan. Sejak saat itu, hari ini menjadi kesempatan bagi para pecinta donat untuk menikmati donat gratis dari berbagai toko dan merayakan kudapan yang sangat disukai ini.

Di Indonesia juga terdapat varian lokal yang dikenal sebagai donat Jawa, sebuah adaptasi unik dari konsep donat Barat yang disesuaikan dengan bahan dan cita rasa tradisional Nusantara. Donat Jawa biasanya dibuat dari tepung terigu yang dicampur dengan kentang atau singkong, menghasilkan tekstur yang lebih padat dan lembut dibanding donat modern yang ringan dan berpori. Ciri khasnya terletak pada rasa manis gurih alami tanpa lapisan gula atau topping berlebihan, karena masyarakat Jawa cenderung menyukai keseimbangan rasa yang tidak terlalu manis.

Proses pembuatannya pun sederhana—adonan dibentuk bulat dengan lubang di tengah, digoreng hingga kecokelatan, lalu disajikan apa adanya atau kadang ditaburi sedikit gula halus. Donat Jawa sering dijual di pasar tradisional atau warung kopi sebagai teman teh hangat di pagi hari, mencerminkan filosofi kuliner Jawa yang mengutamakan kesederhanaan dan kehangatan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *