ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin berada di kisaran USD 80.643 per BTC atau sekitar Rp1,416,869,625 per BTC, hari ini, Rabu (13/5/2026), dengan pergerakan harian relatif stabil. Dalam 24 jam terakhir, harga sempat menyentuh titik rendah di sekitar Rp1,395,537,601 dan titik tinggi Rp1,420,298,530.
Kondisi ini menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, di mana pasar cenderung bergerak sideways sambil menunggu arah baru. Kapitalisasi pasar Bitcoin tetap sangat besar, menegaskan posisinya sebagai aset kripto utama, sementara volume perdagangan harian yang tinggi mencerminkan minat investor yang masih kuat.
Secara teknikal, level support berada di kisaran Rp1,395 miliar dan resistensi di atas Rp1,420 miliar. Kondisi ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam jangka pendek.
Baca Juga: Pembekuan Bitcoin: Ancaman Kuantum Picu Kekhawatiran Pasar
Bitcoin saat ini tetap menjadi aset kripto terbesar dengan suplai beredar sekitar 20,02 juta BTC dari total maksimum 21 juta, sehingga kelangkaannya terus menjadi faktor utama dalam menjaga nilai. Harga per 13 Mei 2026 berada di kisaran Rp1,416,869,625 per BTC, masih sekitar 35% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025 sebesar Rp2,206,056,837.
Di pasar global, harga Bitcoin terhadap dolar AS berada di kisaran USD 80.643, menunjukkan tren konsolidasi setelah reli sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan pasar yang sedang menunggu arah baru, dengan volatilitas tinggi yang bisa memicu pergerakan ratusan juta rupiah dalam sehari.
Faktor eksternal seperti regulasi, sentimen investor, dan aktivitas institusional sangat memengaruhi dinamika harga, sementara volume perdagangan yang besar menandakan likuiditas tinggi sekaligus membuka peluang fluktuasi cepat. Secara keseluruhan, Bitcoin berada dalam fase stabilisasi yang penuh potensi, namun tetap sarat risiko bagi investor.
