ASIAWORLDVIEW – Gohu ikan dari Ternate menjadi contoh kuliner tradisional yang tetap setia pada akar budayanya. Padahal daerah tersebut pernah menjadi pusat perdagangan rempah dunia pada abad ke-16 hingga 17. Berbeda dengan banyak hidangan lain yang mengalami akulturasi karena percampuran budaya, gohu ikan tetap mempertahankan kesederhanaan bahan-bahannya.
Terbuat dari ikan mentah segar seperti tuna atau cakalang yang dipotong kecil-kecil, miripi sashimi dari Jepang. Lalu disajikan dengan perasan jeruk nipis untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan.
Orang Ternate masih mengandalkan kesegaran ikan tuna dan cakalang yang baru ditangkap nelayan, serta bahan lokal yang tersedia di sekitar mereka. Konsistensi ini menunjukkan bahwa identitas kuliner Ternate begitu kuat, sehingga gohu ikan tetap hadir sebagai simbol autentisitas dan kesegaran yang diwariskan turun-temurun.
Mengutip situs Indonesia Kaya, pembuatan makanan ini cukup mudah. Setelah ikan dipotong kecil, dagingnya kemudian direndam dalam perasan jeruk nipis.
Baca Juga: Indonesia Tawarkan Destinasi Wellness, Dari Rekreasi Menuju Pemulihan Holistik
Ikan dalam rendaman jeruk nipis untuk memberikan tekstur yang lebih lembut. Selain itu, mengurangi aroma amis secara alami. Ini menjadi kunci kesegaran gohu ikan khas Ternate.
Hidangan ini semakin kaya cita rasa berkat taburan kacang tanah goreng yang menambah tekstur gurih. Jangan lupakan cabai yang menghadirkan sensasi pedas ringan.
Tambahan daun kemangi dan bawang merah tidak hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga menghadirkan aroma khas yang segar dan menggugah selera. Perpaduan rasa asam, gurih, dan pedas membuat gohu ikan begitu menggugah selera.
Biasanya, masyarakat Ternate menikmatinya sebagai hidangan pembuka atau camilan ringan. Atau menjadikannya kuliner tradisional yang sederhana namun penuh karakter.
