Hati-Hati, Pemudik Rentan Sakit dan Alami Heatstroke

Antrean mobil terjadi saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten.(Antara) (

ASIAWORLDVIEW – Mudik Lebaran 2026 membawa risiko kesehatan yang nyata bagi para pemudik. Hal itu karena perjalanan panjang, kondisi jalan yang padat, serta cuaca ekstrem.

Mengutip dari berbagai sumber terpercaya, Jumat (20/3/2026), serangan panas atau heatstroke menjadi salah satu ancaman serius bagi pemudik. Apalagi saat perjalanan dilakukan di tengah cuaca panas ekstrem.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu akibat paparan panas berlebihan, sehingga suhu tubuh meningkat drastis. Gejalanya meliputi pusing, lemas, kulit terasa panas dan kering, hingga kehilangan kesadaran.

Risiko heatstroke semakin besar bagi mereka yang kurang minum, duduk lama dalam kendaraan tanpa sirkulasi udara yang baik, atau mengenakan pakaian tebal. Pada mudik 2026, cuaca terik di wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat pemudik lebih rentan terhadap serangan panas ini.

Baca Juga: Tips Nyaman Berkendara Jarak Jauh Saat Mudik Lebaran 2026

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga hidrasi, mengenakan pakaian ringan, beristirahat di tempat teduh, serta menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama.

Ada beberapa faktor risiko kesehatan lain yang sering muncul akibat kondisi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Kurang gerak karena duduk berjam-jam dapat meningkatkan risiko pembengkakan kaki bahkan deep vein thrombosis (DVT), terutama bila sirkulasi darah terhambat. Selain itu, dehidrasi juga mudah terjadi karena udara kering dari AC kendaraan atau panas terik di jalan, yang dapat memicu sakit kepala dan menurunkan konsentrasi.

Pola makan yang tidak teratur di rest area sering kali berujung pada pola makan berantakan, di mana konsumsi makanan tinggi gula dan lemak memicu sugar crash sehingga tubuh cepat lelah.

Tak kalah penting, kelelahan mental akibat kemacetan dan stres perjalanan dapat meningkatkan hormon kortisol, membuat tubuh lebih cepat drop dan daya tahan menurun. Kombinasi faktor fisik dan mental ini menjadikan pemudik rentan terhadap gangguan kesehatan, sehingga menjaga hidrasi, peregangan, serta pola makan sehat menjadi langkah penting untuk tetap bugar selama perjalanan.