Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Prestasi dan Perjuangan

Hari Perempuan Internasional

ASIAWORLDVIEW – Hari Perempuan Internasional 2026 diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret. Momen merayakan prestasi perempuan sambil mengakui perjuangan yang terus berlanjut untuk kesetaraan dan pemberdayaan.

Hari Perempuan Internasional mengakui pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan. Hari ini juga berfungsi sebagai pengingat akan perjuangan berkelanjutan untuk kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di seluruh dunia.

Momen ini menyoroti isu-isu kritis seperti ketidaksetaraan gender, diskriminasi di tempat kerja, kekerasan terhadap perempuan, hak reproduksi, dan akses terhadap pendidikan dan kesempatan. Pemerintah, organisasi, dan komunitas memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kesadaran, merayakan kontribusi perempuan, dan mendorong tindakan nyata menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil

Berasal dari gerakan global untuk hak-hak perempuan, hari ini menyoroti isu-isu penting seperti kesetaraan gender, hak reproduksi, dan kebutuhan untuk mengakhiri kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan.

Baca Juga: Empat Peneliti Perempuan Raih FWIS 2025 dan Dorong Sains di Indonesia

Tema Hari Perempuan Internasional tahun ini adalah “Give To Gain,” menyoroti pentingnya dukungan mutual dan kemajuan kolektif. Tema ini mendorong tindakan memberi dalam berbagai bentuk, baik melalui donasi, berbagi pengetahuan, menyediakan sumber daya dan infrastruktur. Selain itu, memberikan visibilitas dan advokasi, maupun mendukung perempuan melalui pendidikan, pelatihan, bimbingan, upah yang setara, keadilan, kesempatan, keamanan, dan waktu.

Ssitus web resmi Hari Perempuan Internasional mencatat bahwa memberdayakan perempuan menciptakan kemajuan sosial yang lebih luas. Seperti yang dijelaskan, “Memberi bukanlah pengurangan, melainkan perkalian yang disengaja. Ketika perempuan berkembang, kita semua naik.”

Ilustrasi seorag perempuan tengah bahagia.(freepik)
Ilustrasi seorag perempuan tengah bahagia.(freepik)

Sejarah

Asal-usul Hari Perempuan Internasional, yang diperingati setiap tahun pada 8 Maret, dapat ditelusuri kembali ke gerakan buruh di Eropa dan Amerika Utara pada awal abad ke-20. Salah satu perayaan tertua yang tercatat berlangsung pada 28 Februari 1909, ketika Partai Sosialis Amerika mengadakan acara Hari Perempuan di Kota New York.

Ide peringatan internasional kemudian diusulkan oleh aktivis Jerman Clara Zetkin dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional, di mana konsep “Hari Perempuan Pekerja” global disetujui, meskipun tanggal spesifik belum ditentukan.

Pada 1911, Hari Perempuan Internasional pertama dirayakan pada 19 Maret di negara-negara termasuk Jerman, Denmark, Swiss, dan Austria, dengan lebih dari satu juta orang berpartisipasi dalam demonstrasi menuntut hak-hak perempuan dan kondisi kerja yang lebih baik. Pada 1914, beberapa negara mulai merayakan hari tersebut pada 8 Maret.

Pada tahun 1922, pemimpin Soviet Vladimir Lenin secara resmi mendeklarasikan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional untuk memperingati peran perempuan dalam Revolusi Rusia. Hari ini mendapatkan pengakuan global ketika PBB mulai merayakannya pada tahun 1975, kemudian mendorong negara-negara untuk merayakannya sebagai hari yang didedikasikan untuk hak-hak perempuan dan perdamaian internasional.