Pakar: Asuransi Harus Gesit Hadapi Tantangan Global

Press Conference Avrist Group Financial Forum 2026 di Jakarata, Rabu (11/2/2026).

ASIAWORLDVIEW – Dinamika industri asuransi saat ini terjadi karena berbagai faktor yang saling memengaruhi. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi pasar, serta perubahan iklim regulasi mendorong perusahaan asuransi untuk beradaptasi lebih cepat.

Hal itu diungkapkan Aldi Rinaldi, Direktur Bisnis PT Avrist Assurance dalam Press Conference Avrist Group Financial Forum 2026 di Jakarata, Rabu (11/2/2026). Ia juga menjelaskan kondisi tersebut juga terjadi karena transformasi digital dan pemanfaatan teknologi seperti big data serta kecerdasan buatan menjadi pendorong utama inovasi layanan.

“Semua faktor ini membentuk dinamika yang membuat industri asuransi tidak hanya harus tangguh menghadapi risiko, tetapi juga gesit dalam menangkap peluang pertumbuhan berkelanjutan,” ia mengatakan.

Ia menekankan pentingnya penguatan kanal distribusi dan sinergi lintas lini bisnis untuk menghadapi tantangan industri asuransi di era digital. Avrist Assurance, tambahnya, berkomitmen menghadirkan pengalaman berasuransi yang inovatif melalui kolaborasi strategis, pemanfaatan analisis data, serta teknologi digital.

Baca Juga: Rhenald Kasali: Industri Asuransi Harus Adaptif di Era Digital

“Langkah ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memastikan kualitas layanan, kepatuhan regulasi, dan standar pelayanan terbaik bagi nasabah,” ia menambahkan.

Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi lintas lini bisnis menjadi fondasi utama agar perusahaan tetap relevan. Juga mampu tumbuh berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan percepatan adopsi teknologi.

“Konsolidasi lintas lini bisnis berarti mengintegrasikan berbagai unit dan saluran usaha dalam satu strategi yang kohesif, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan efisiensi dan memperkuat daya saing,” pungkasnya.

Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan regulasi baru yang memperkuat tata kelola dan transparansi, sehingga menuntut perusahaan lebih disiplin dalam operasionalnya. Sementara itu, meningkatnya literasi keuangan masyarakat, pertumbuhan kelas menengah, dan kesadaran akan perlindungan finansial menciptakan permintaan yang lebih besar terhadap produk asuransi.