ASIAWORLDVIEW – Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menghentikan pembelian Bitcoin meskipun pasar tengah bergejolak dan investasi mereka mengalami kerugian yang belum direalisasi. Ia menolak anggapan bahwa penurunan harga akan memaksa perusahaan untuk melikuidasi aset kripto yang dimiliki.
Menurut Saylor, strategi akumulasi Bitcoin yang dijalankan perusahaan bersifat jangka panjang, bukan sekadar spekulasi jangka pendek. Ia juga menekankan bahwa risiko kredit perusahaan sangat rendah, bahkan dalam kondisi ekstrem, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir terhadap likuidasi paksa. Dengan cadangan kas dan kepemilikan Bitcoin yang besar, Strategy merasa memiliki bantalan keuangan yang kuat untuk terus melanjutkan komitmen membeli Bitcoin secara konsisten.
Dalam wawancara dengan CNBC, pendiri Strategy mengatakan mereka tidak akan menjual kepemilikan BTC mereka, meskipun ada spekulasi bahwa kondisi pasar mungkin memaksa perusahaan untuk melakukannya. Ia mencatat bahwa Strategy menganggap pembelian Bitcoin sebagai keputusan jangka panjang, bukan jangka pendek.
Michael Saylor menegaskan bahwa risiko kredit yang terkait dengan Strategy sangat rendah, bahkan dalam kondisi ekstrem. Sebaliknya, dia mengklaim bahwa Bitcoin harus turun sekitar 90% dan tetap rendah selama bertahun-tahun sebelum refinancing menjadi menantang. Dia bersikeras bahwa, dalam kasus tersebut, perusahaan masih dapat memperpanjang kewajiban utangnya. Hal ini sejalan dengan pernyataan terbaru CEO Strategy, Phong Le, bahwa Bitcoin harus turun ke $8.000 dan tetap di sana hingga 2032 agar mereka menghadapi risiko likuidasi.
Baca Juga: Bitcoin Rebound Setelah Penurunan Ekstrem, RUU Pendanaan Disahkan
Sementara itu, pendiri Strategy mencatat bahwa perusahaannya memiliki dividen Bitcoin selama puluhan tahun. Cadangan besar ini akan memberikan bantalan keuangan yang kuat. Dengan ini, ia merasa tidak ada alasan untuk khawatir tentang likuidasi paksa yang dibesar-besarkan oleh trader jangka pendek.
Michael Saylor juga menanggapi spekulasi tentang situasi keuangan Strategy. Ia mengklaim bahwa perusahaan memiliki cadangan kas selama dua setengah tahun untuk membayar dividen dan utang. Ia menambahkan bahwa rasio leverage bersih Strategy setengah dari rata-rata perusahaan berkategori investasi.
Ia juga menjelaskan bahwa rencana akumulasi Bitcoin Strategy tidak berubah. Ia mengatakan perusahaan telah mengumpulkan miliaran dolar modal untuk terus mengakumulasi Bitcoin.
“Kami tidak akan menjual. Kami akan terus membeli Bitcoin,” kata Michael Saylor.
Dia juga mencatat bahwa Strategy akan membeli Bitcoin setiap kuartal ke depan. Strategy mengumumkan pembelian Bitcoin mingguan sebesar 1.142 BTC antara 2 dan 8 Februari. Menurut Saylor, volatilitas adalah karakteristik aset ini. Selain itu, dia mencatat bahwa Bitcoin memberikan imbal hasil dua hingga tiga kali lipat lebih baik daripada aset tradisional seperti emas, saham, dan properti dalam jangka waktu multi-tahun.
