ASIAWORLDVIEW – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mempercepat kemajuan ekosistem aset keuangan digital nasional. Ia menegaskan bahwa industri ini masih berada pada tahap awal pengembangan.
Dari data yang tersedia, terlihat bahwa mayoritas transaksi konsumen lokal atau domestik dalam aset keuangan digital masih belum terintegrasi dengan ekosistem nasional. Sebagian besar aktivitas perdagangan justru dilakukan melalui pedagang maupun bursa di tingkat regional dan global.
“Dari data yang ada, memang ditengarai atau terindikasi sebagian besar atau mayoritas transaksi konsumen lokal atau domestik masih disalurkan atau dilakukan tanpa melalui ekosistem domestik dan masih dilakukan para pedagang dan bursa-bursa di regional dan global,” ujarnya.
Baca Juga: OJK: Pajak Perdagangan Kripto Naik di Tengah Penurunan Nilai Transaksi
Kondisi ini membutuhkan dukungan insentif, regulasi yang adaptif, serta sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat agar dapat tumbuh secara sehat dan berdaya saing. Dukungan tersebut menjadi krusial untuk menghadapi dominasi platform asing yang sudah lebih matang.
Selain itu, memastikan bahwa ekosistem lokal mampu memberikan manfaat nyata bagi inklusi keuangan dan kedaulatan ekonomi nasional. Dengan langkah terarah, ekosistem aset keuangan digital Indonesia berpotensi menjadi motor inovasi yang memperkuat daya saing global.
“Potensi nilai ekonomi yang seharusnya dapat memperkuat pasar dalam negeri justru lebih banyak mengalir keluar. Hal ini menegaskan perlunya penguatan ekosistem digital nasional melalui regulasi yang mendukung, insentif bagi pelaku lokal, serta peningkatan kepercayaan konsumen agar transaksi dapat lebih banyak dilakukan di dalam negeri dan memberikan manfaat langsung bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.
