JPMorgan Perluas Ekosistem Digital, Tunjukkan Tren Baru Keuangan Berbasis Blockchain

Teknologi blockchain

ASIAWORLDVIEW – JPMorgan memberikan isyarat akan memigrasikan token deposit berbasis blockchain, JPM Coin, ke Canton Network. Langkah ini mengikuti peluncuran sebelumnya di jaringan Coinbase Base pada akhir 2025.

Langkah ini menunjukkan bagaimana bank-bank terkemuka meluncurkan aplikasi nyata untuk blockchain. Ini juga merupakan tanda meningkatnya minat dalam penyelesaian transaksi on-chain dan uang tokenized untuk pembayaran bisnis.

JPM Coin adalah deposito dolar yang disimpan di bank. Token ini tersedia bagi institusi untuk melakukan penyelesaian lebih cepat kapan saja. Pengembangan ini terjadi setelah meningkatnya permintaan klien institusional terhadap layanan perdagangan blockchain, yang memperkuat langkah JPMorgan menuju keuangan digital yang diatur.

Token ini akan memungkinkan klien mentransfer uang melalui jaringan blockchain daripada sistem konvensional. JPMorgan, dalam siaran persnya, menyebutkan bahwa perluasan ini akan memudahkan akses likuiditas dan meningkatkan efisiensi operasional. Bank tersebut juga mencatat bahwa Canton Network mempromosikan privasi dalam transaksi keuangan yang terkontrol.

Baca Juga: JPMorgan Bekukan Rekening Terkait Proyek Stablecoin, Apa Alasannya?

Canton mendukung bank-bank global besar dan perusahaan infrastruktur pasar, serta cocok untuk keuangan institusional. Goldman Sachs, BNP Paribas, Deutsche Bank, dan BNY Mellon adalah beberapa pendukung utamanya.

Jaringan ini memastikan data sensitif terlindungi setelah transaksi selesai. Jaringan ini juga mengakomodasi uji coba khusus untuk obligasi Treasury AS yang ditokenisasi dan aset dunia nyata lainnya.

Menurut JPMorgan, implementasi Canton akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026. Bank tersebut menyebutkan bahwa institusi dapat menggunakan JPM Coin untuk melakukan transaksi lintas batas dan menyelesaikan aset digital on-chain.

Integrasi masa depan lainnya adalah akun deposito blockchain di Canton. Oleh karena itu, Kinexys, unit blockchain dan pembayaran digital di JPMorgan, memimpin upaya ini.

Pengantar ini menandakan perubahan umum dalam perbankan menuju infrastruktur keuangan berbasis blockchain. Pada 2019, JPMorgan menerbitkan JPM Coin di blockchain berizinnya.

JPM Coin adalah varian yang sepenuhnya berbeda dari stablecoin konvensional. Perbedaan ini menunjukkan langkah-langkah hati-hati yang diambil oleh JPMorgan saat bank memperketat pengawasan terhadap risiko stablecoin dan fokus pada uang digital yang diatur. Selain itu, token ini diterbitkan langsung oleh bank yang diatur dan terhubung dengan simpanan nasabahnya.

Seiring waktu, bank telah memperluas operasinya ke lingkungan blockchain publik dan hibrida dari jaringan tertutup. Pentingnya, kemajuan ini merupakan konfirmasi bahwa bank-bank sedang bereksperimen dengan teknologi blockchain pada fase terkontrol sebelum penggunaannya secara luas.