ASIAWORLDVIEW – CLARITY semakin dekat untuk maju di Senat Amerika Serikat (AS). Apalagi setelah Komite Perbankan dilaporkan telah menetapkan tanggal untuk pembahasan rancangan undang-undang kripto. Hal ini terjadi saat para pedagang kripto memperkirakan rancangan undang-undang tersebut akan disahkan menjadi undang-undang pada paruh pertama tahun depan.
Menurut laporan Crypto in America, anggota Komite Perbankan Senat telah menetapkan tanggal 15 Januari untuk pembahasan RUU kripto. Namun, laporan tersebut mencatat bahwa masih belum jelas apakah Republik dan Demokrat telah mencapai kesepakatan untuk mendukung pembahasan bipartisan di mana anggota Senat dari kedua partai dapat memberikan suara setuju untuk mendorong RUU tersebut ke Senat, melansir Bloomberg, Kamis (1/1/2026).
Pembahasan RUU CLARITY ditunda hingga tahun depan setelah beberapa masalah menghambat negosiasi antara kedua partai. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan pembatasan imbal hasil stablecoin dalam RUU GENIUS, klasifikasi token, keuangan ilegal, dan etika dalam RUU kripto.
Baca Juga: Senat Tunda Pembahasan RUU Struktur Pasar Kripto hingga Tahun Depan
Namun, perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa Partai Republik dan Demokrat telah mampu mencapai kesepakatan bersama. RUU kripto dapat dibawa ke lantai Senat setelah Komite Perbankan voting atas amandemen yang diusulkan. Dukungan bipartisan akan menjadi kunci pada tahap tersebut, terutama untuk menghindari penundaan serupa yang dialami RUU GENIUS.
RUU CLARITY berpotensi menjadi RUU kripto besar kedua yang menjadi undang-undang dan menyediakan kerangka regulasi yang lebih komprehensif untuk industri kripto dibandingkan GENIUS Act. Penerbit ETF kripto Bitwise memprediksi bahwa Ethereum dan Solana dapat mencapai rekor tertinggi baru jika RUU ini disetujui dan menjadi undang-undang.
Pedagang kripto saat ini memperkirakan RUU kripto akan menjadi undang-undang pada paruh pertama tahun depan. Odds Kalshi menunjukkan peluang 42% RUU tersebut menjadi undang-undang sebelum April, dan 69% peluang menjadi undang-undang sebelum Mei.
Komite Perbankan dan Pertanian dijadwalkan menyelesaikan pembahasan masing-masing. Cunningham mencatat bahwa amandemen harus dinegosiasikan terlebih dahulu untuk menghindari kejutan di lantai Senat. Hal ini akan menghasilkan versi Senat yang bersih dan diselaraskan yang sejalan dengan kedua partai.
Sementara, pada minggu kedua akan fokus pada pemungutan suara di lantai Senat, yang menurut ahli tersebut memerlukan kepemimpinan Senat untuk mempercepat proses RUU kripto agar dapat disahkan dalam waktu yang ditentukan. Ia juga menyoroti pentingnya amandemen terhadap RUU tersebut tidak menyimpang terlalu jauh dari versi Dewan Perwakilan Rakyat AS.
