ASIAWORLDVIEW – Kementerian Keuangan Inggris baru saja memperkenalkan rancangan undang-undang kripto baru untuk melindungi investor dan mencegah pelaku kejahatan. Hal ini terjadi saat Amerika Serikat mempercepat regulasi aset digital, dengan negara tersebut berupaya untuk tetap sejalan dengan pertumbuhan sektor tersebut.
Kementerian Keuangan Inggris telah mengonfirmasi rencana untuk mulai mengatur aset kripto mulai Oktober 2027. Legislasi ini akan menempatkan perusahaan-perusahaan terkait kripto di bawah undang-undang layanan keuangan yang sudah ada. Hal ini akan membantu bisnis memahami aturan dan mencegah pihak yang mencoba melanggarnya.
Rancangan undang-undang ini pertama kali diterbitkan pada Februari tahun ini dan telah mengalami beberapa perubahan kecil sejak saat itu. Pemerintah menyebut perubahan ini sebagai perubahan teknis. Namun, beberapa pengacara berpendapat bahwa perubahan lebih lanjut mungkin diperlukan agar sistem dapat berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Parlemen Inggris Peringatkan Batas Kepemilikan Stablecoin Hambat Inovasi
Rencana ini mengikuti langkah AS yang mengesahkan undang-undang kripto besar pertamanya, GENIUS Act, pada Juli. Pejabat kebijakan Inggris menyatakan bahwa rancangan undang-undang kripto mereka terinspirasi dari model tersebut.
Minat terhadap aset digital meningkat sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat dengan pendekatan ramah kripto. Inggris menekankan pentingnya kerja sama lintas batas yang lebih baik. Mereka mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan AS dalam hal aset digital dan pasar modal melalui tim tugas khusus.
Aturan baru dari Inggris sebagian besar bertujuan untuk mengikuti adopsi yang semakin luas di berbagai bidang. Awal bulan ini, Inggris secara resmi mengakui aset digital sebagai properti di bawah hukum nasional setelah RUU kripto mendapat persetujuan kerajaan. Perubahan ini menempatkan kripto dan stablecoin pada landasan hukum yang serupa dengan aset tradisional.
Selain RUU pasar baru, pemerintah sedang mempertimbangkan larangan donasi politik melalui kripto dan regulasi pasar baru. Para menteri khawatir tentang kurangnya transparansi dan kesulitan melacak sumber donasi tersebut. Usulan ini menambah perdebatan yang sedang berlangsung tentang regulasi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Rachel Reeves mengatakan RUU baru yang diusulkan akan menetapkan aturan yang jelas. Hal ini juga akan meningkatkan perlindungan konsumen dan mencegah pihak-pihak yang tidak jujur memanfaatkan celah regulasi.
Selain itu, Bank of England akan mengembangkan regulasi khusus mengenai tempat perdagangan dan pencegahan penyalahgunaan pasar. Mereka juga mengusulkan regulasi yang mempengaruhi stablecoin yang digunakan dalam pembayaran sehari-hari. Baik Bank maupun regulator lain berencana untuk menyelesaikan aturan ini pada akhir 2026.
Bank-bank Inggris melaporkan bahwa kerugian akibat penipuan investasi kripto meningkat 55% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan contoh risiko konsumen yang menurut regulator perlu ditangani.
