Negosiasi Tarif Indonesia–AS Masuki Tahap Akhir, Target Rampung Akhir Tahun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjelaskan proses negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah menargetkan agar pembahasan ini dapat selesai sebelum akhir tahun, dengan fokus utama pada upaya membebaskan sejumlah komoditas unggulan Indonesia dari beban tarif impor.

“Kami telah membahas hampir seluruh teks perjanjian, dan kami juga telah mengirim tim ke AS. Kami hanya perlu menyempurnakan draf hukum di kedua belah pihak,” ujarnya, dikutip Asiaworldview, Selasa (18/11/2025).

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua negara. Ia menegaskan tidak ada keberatan dari negara lain terkait perjanjian tarif khusus, termasuk Inggris.

Baca Juga: AS Redakan Perang Dagang dengan China, Janji Turunkan Trump Tariff

“Tidak ada keberatan; saya telah berbicara dengan Inggris. Namun, tentu saja, jika kami memberikan fasilitas kepada satu negara, negara lain juga akan menginginkannya; itu hal yang wajar,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia terus mempertahankan berbagai perjanjian perdagangan, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa, Kanada, dan China. Pendekatan ini, katanya, memungkinkan hubungan perdagangan dikelola secara adil tanpa menimbulkan gesekan.

Berdasarkan perjanjian dengan AS, beberapa komoditas Indonesia yang tidak diproduksi di Amerika Serikat akan dikenakan tarif nol persen.Komoditas tersebut meliputi minyak sawit mentah (CPO), karet, teh, kopi, dan produk karet lainnya.

Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan impor dari AS guna menyeimbangkan hubungan perdagangan antara kedua negara.Indonesia telah berjanji untuk mengimpor produk energi dari AS senilai hingga USD15 miliar. Sementara impor pertanian dari AS ditargetkan mencapai USD4,5 miliar.