ASIAWORLDVIEW – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa ekspor pertanian Indonesia mengalami lonjakan signifikan sebesar 38,25 persen dalam periode Januari hingga Agustus 2025, dengan total nilai mencapai USD4,57 miliar. Kenaikan ini mencerminkan kinerja sektor pertanian yang semakin kompetitif di pasar global, didorong oleh peningkatan kualitas produk, diversifikasi komoditas ekspor, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pasar internasional.
“Peningkatan tajam ekspor pertanian sebesar 38,25 persen ini menunjukkan bahwa kita telah mencapai tingkat swasembada pangan. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkinerja baik di pasar internasional,” kata Menteri Budi Santoso, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Bangga TEI 2025 Torehkan Prestasi, Kesepakatan Dagang Capai USD1,15 Miliar
Lonjakan ekspor ini juga menjadi indikator positif terhadap ketahanan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat rantai pasok.
Selain itu, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas kerja sama dagang agar tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir tahun. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024, ketika ekspor pertanian mencapai USD3,30 miliar.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor Indonesia mencapai 7,7 persen pada periode yang sama, sejalan dengan surplus perdagangan negara yang konsisten, yang telah berlangsung selama 64 bulan berturut-turut sejak 2020. Surplus perdagangan sendiri meningkat sebesar 53,3 persen, dari USD19 miliar pada Januari–Agustus 2024 menjadi USD29 miliar pada periode yang sama tahun ini.
