Pemerintah Perluas Akses Ekspor ke Negara Lain di Tengah Negosiasi dengan AS

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Indonesia berusaha untuk memperluas akses ekspor produk domestik ke pasar lain di tengah negosiasi tarif yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan perdagangan.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan, “pemerintah merambah jangkauan ekspor ke negara-negara lain, termasuk Tunisia. Perjanjian perdagangannya dengan Indonesia diharapkan segera diratifikasi.”

Selain itu, pemerintah secara aktif terlibat dalam pembicaraan perdagangan dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Sri Lanka, Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada (FTA), Turki, dan Pasar Bersama Selatan (Mercosur).

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Lanjutkan Negosiasi dengan Pihak Trump, Bahas Tarif Impor 32%

Saat ini, Indonesia telah menandatangani 19 perjanjian perdagangan bebas atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan negara-negara ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Pakistan, dan Chili.

Tujuannya, mengurangi ketergantungan pada pasar AS. Saat ini sekitar 10% dari total ekspor). Selain itu, menjaga keberlanjutan industri padat karya seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki yang rentan terhadap tarif tinggi.

Juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam negosiasi bilateral dan multilateral. erundingan dengan Uni Eropa, Peru, Kanada, dan Eurasian Economic Union terus dikebut untuk membuka pasar nontradisional. Indonesia memanfaatkan keanggotaan BRICS untuk memperluas jejaring dagang dan pembiayaan alternatif