ASIAWORLDVIEW – Ekonomi Indonesia mempertahankan pertumbuhan solid sebesar 5,0 persen pada tahun 2024. Hal ini didukung oleh permintaan domestik yang berkelanjutan dan pemulihan ekspor serta pariwisata. Inflasi moderat, terjaga dalam kisaran target 2,5±1%.
Dengan meningkatnya ketidakpastian global pada tahun 2025, para pembuat kebijakan didorong untuk memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas dan mendukung aktivitas ekonomi. Reformasi struktural tetap krusial untuk mencapai potensi pertumbuhan jangka panjang.
Dalam Laporan Konsultasi Tahunan 2025 tentang Indonesia yang dirilis hari ini oleh Kantor Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (AMRO). Laporan tersebut didasarkan pada Kunjungan Konsultasi Tahunan AMRO yang dilakukan pada Februari 2025, dikutip Asiaworldview.com, Sabtu (21/6/2025), dari keterangan pers.
Baca Juga: Indeks Menabung Konsumen Turun pada Mei 2025: Masyarakat Pilih Bayar Kebutuhan hingga Utang
Permintaan domestik yang menguat dan pemulihan ekspor mendukung pertumbuhan kuat Indonesia pada tahun 2024. Permintaan domestik diharapkan tetap tangguh seiring dengan pelaksanaan kebijakan yang mendorong pertumbuhan, termasuk program prioritas baru pemerintah, di tengah lingkungan eksternal yang menantang pada tahun 2025.
Inflasi moderat menjadi 1,6 persen pada akhir tahun 2024, dengan rata-rata 2,3 persen untuk tahun tersebut. Inflasi tetap terjaga dalam koridor target 2,5±1 persen pada tahun 2025, didukung oleh sinergi kebijakan yang erat antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah untuk mengendalikan inflasi.
Surplus perdagangan yang tangguh dan arus masuk investasi asing yang kuat telah memperkuat posisi eksternal Indonesia meskipun ada ketidakpastian global, termasuk perubahan kebijakan oleh pemerintahan baru AS. Sementara itu, prioritas kebijakan domestik, tantangan fiskal, pemutusan hubungan kerja di beberapa sektor padat karya, dan peningkatan volatilitas pasar keuangan mempengaruhi sentimen investor dan berkontribusi pada tekanan penurunan nilai rupiah pada awal tahun 2025.
