Harga Bitcoin Anjlok Parah, Dampak Serangan Israel ke Iran

crypto

ASIAWORLDVIEW Bitcoin turun lebih dari 4% setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Hal ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Akhirnya, mendorong aksi jual yang luas di seluruh aset berisiko.

Mata uang kripto terbesar di dunia ini turun menjadi USD103,556, turun dari level tertinggi 24 jam di USD108,500, menurut data CoinGecko.

Israel mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur militer Iran di dekat Teheran dan Tabriz, dalam apa yang disebutnya sebagai “respons preemptive” terhadap ancaman yang meningkat.

Baca Juga: Konferensi Bitcoin 2025 Soroti Nasib Bitcoin dan Aset Digital di Masa Depan

Dalam sebuah konferensi pers yang dikutip Asiaworldview.com, Jumat (13/6/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut ambisi nuklir Iran sebagai “bahaya yang jelas dan nyata,” dan mengatakan bahwa respon preemptive akan “berlanjut selama beberapa hari yang diperlukan untuk menghilangkan ancaman ini.”

Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan: “Selama bertahun-tahun, Iran telah mempromosikan terorisme secara langsung dan tidak langsung terhadap Negara Israel, mendanai dan mengarahkan operasi teroris melalui proksi-prokasinya di seluruh Timur Tengah, sambil terus maju menuju senjata nuklir.”

“Iran saat ini lebih dekat dari sebelumnya untuk memperoleh senjata nuklir. Senjata pemusnah massal di tangan rezim Iran merupakan ancaman eksistensial bagi Negara Israel dan ancaman yang signifikan bagi seluruh dunia,” tambah IDF.

Iran belum mengeluarkan tanggapan resmi, namun media pemerintah melaporkan adanya ledakan dan gangguan pada lalu lintas udara di daerah yang terkena dampak.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah pertemuan tingkat tinggi antara pejabat pertahanan Israel dan rekan-rekan AS. Washington belum mengomentari serangan tersebut, namun mengatakan bahwa pihaknya memantau situasi dengan seksama.