ASIAWORLDVIEW – Penerbit Stablecoin Tether telah menerbitkan laporan pengesahan Q1 2025, yang telah mengungkapkan hasil keuangan menarik yang mencakup kepemilikan Treasury Amerika Serikat (AS) yang mendekati level tertinggi baru. Laporan tersebut juga menyoroti laba operasional kuartalannya yang melebihi tolok ukur utama. Pengesahan tersebut dilakukan oleh lima besar firma akuntansi independen bernama BDO.
Menurut laporan tersebut, total aset Tether mencapai USD149,27 miliar dengan kewajiban USD143,68 miliar. Perusahaan ini sekarang beroperasi di bawah pengawasan regulasi di El Salvador di mana ia memegang lisensi sebagai penerbit stablecoin.
Pengesahan Tether pada Q1 2025 telah mengungkapkan bahwa penerbit stablecoin ini telah mencapai ATH dengan total eksposur di Treasury AS mendekati USD120 miliar. Angka ini termasuk kepemilikan Treasury langsung serta eksposur tidak langsung melalui reksa dana pasar uang dan perjanjian reverse repo.
Baca Juga: Tether Hadapi Rintangan Regulasi di Eropa
Portofolio Tresuri perusahaan merupakan pendorong utama kinerja keuangan perusahaan pada kuartal ini. Portofolio ini telah memberikan kontribusi terhadap laba operasional sebesar lebih dari USD1 miliar dari investasi tradisional. Tether mencatat bahwa kinerja dari kepemilikan emasnya membantu mengimbangi volatilitas di pasar mata uang kripto selama periode tersebut.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pasokan USDT yang beredar tumbuh melonjak hampir USD7 miliar selama Q1 2025. Ini telah mencapai total USD143,68 miliar token yang diterbitkan. Pertumbuhan ini bertepatan dengan peningkatan 13% dalam dompet pengguna, yang menambahkan sekitar 46 juta dompet baru dalam satu kuartal. Hal ini membuat total basis pengguna menjadi sekitar 415 juta secara global.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menyoroti dalam sebuah tweet bahwa 37% dari basis pengguna global menggunakan USDT untuk tujuan tabungan. Ia juga menambahkan bahwa stablecoin ini mengalami volume harian rata-rata sebesar USD30 miliar.
