ASIAWORLDVIEW – Hubungan bilateral Indonesia dengan Estonia makin hangat. Kedua negara ini memutuskan melakukan kerja sama di berbagai bidang termasuk ekonomi hingga digital, untuk menghadapi permasalahan global.
Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna mengatakan bahwa Indonesia dapat mengandalkan Uni Eropa atau Uni Eropa di tengah meningkatnya perang tarif yang dipicu oleh agresi tarif Amerika Serikat.
“Ada banyak peluang. Uni Eropa adalah salah satu mitra paling tepercaya untuk Indonesia dan wilayah ini. Kami dapat diandalkan dan mengikuti hukum. Kami memiliki banyak proyek di wilayah ini untuk investasi, tetapi juga sebaliknya sebagai pasar,” ia mengatakan saat menjawab pertanyaan Asiaworldview.com.
Estonia telah mengirim diplomat teratasnya ke Indonesia untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kunjungannya datang pada suatu waktu hanya beberapa minggu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif yang telah menggelapkan pandangan ekonomi global.
Baca Juga: Estonia-Indonesia CEO Business Forum: Buka Gerbang Kerja Sama ke Benua Eropa
Importir kemungkinan akan memberikan biaya kepada konsumen, membuat barang buatan asing lebih mahal dan kurang kompetitif. Di tengah badai tarif, Indonesia bermaksud mendiversifikasi pasarnya, termasuk ke UE.
Ia juga mengomentari rencana ini, mengatakan bahwa blok Eropa siap untuk terlibat dalam hubungan perdagangan yang lebih besar.
“UE adalah pasar tunggal terbesar di dunia, dan jujur saja, yang terkaya juga,” ia menambahkan.
Utusan Estonia telah menyatakan bahwa perang tarif yang sedang berlangsung, terutama antara Amerika Serikat dan China, dapat memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Konflik ini memengaruhi harga barang impor, rantai pasokan global, dan daya beli masyarakat.
“Estonia dengan ekosistem digital yang maju, menawarkan solusi teknologi untuk membantu negara-negara seperti Indonesia mengatasi tantangan ini melalui efisiensi digital dan inovasi. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemandirian ekonomi,” pungkasnya.
