Spiritual Holiday yang Tengah Trend di Kalangan Generasi Muda

Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.(Pixabay)

ASIAWORLDVIEW – Libur Lebaran semakin dekat. Liburan bukanlah sekadar perjalanan biasa, tetapi juga bisa menjadi pengalaman reflektif dan penuh makna.

Salah satu tren yang kini berkembang adalah “spiritual holiday”, di mana sebuah perjalanan dimanfaatkan untuk memperdalam makna hidup dan spiritualitas.

Lebaran adalah waktu yang tepat untuk terhubung secara nyata bersama keluarga dan orang terkasih. Mengaktifkan mode “Do Not Disturb” pada ponsel dapat membantu mengurangi gangguan notifikasi media sosial, sehingga lebih mudah menikmati kebersamaan dan kedamaian di momen spesial ini.

Baca Juga: Ramadan di ASHTA District 8: Gabungkan Seni, Budaya, dan Belanja

Perjalanan spiritual dapat menjadi pengalaman reflektif yang memperdalam iman. Mengunjungi destinasi religi, masjid ikonik, atau makam para wali bisa menjadi pilihan untuk lebih mengenal warisan Islam di Indonesia.

Jika suasana rumah keluarga di kampung terasa terlalu ramai, staycation bisa menjadi solusi untuk menikmati libur Lebaran yang lebih mindful. Menginap di hotel dengan suasana Islami, resor di pegunungan, ataupun glamping di tengah alam terbuka.

Setelah Lebaran, semangat beribadah sering kali mengalami penurunan seiring dengan kembalinya rutinitas sehari-hari. Untuk menjaga konsistensi dalam beribadah, membuat spiritual bucket list bisa menjadi cara efektif agar tetap termotivasi menjalankan ibadah wajib maupun sunnah. Salah satu target yang menarik adalah perjalanan umrah, yang dapat diperkaya dengan wisata ke negara-negara sekitarnya, seperti Turki atau Kazakhstan.