ASIAWORLDVIEW – PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) baru-baru ini telah menandatangani sebuah perjanjian penting untuk pembelian dan penjualan emas. Dalam perjanjian ini, ANTAM akan membeli 30 ton emas per tahun dari Freeport Indonesia selama lima tahun ke depan.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan pengolahan hilirisasi mineral di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.Hal ini merupakan langkah penting untuk mencapai visi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri logam mulia global.
Direktur Presiden ANTAM Nico Kanter mengatakan kemitraan dengan Freeport mewakili upaya strategis untuk mengembangkan industri mineral Indonesia dan meningkatkan daya saing globalnya.
Baca Juga: Harga Menguat Hari Ini, Minat Investasi Emas Secara Global Meroket
“Kolaborasi ini adalah langkah yang signifikan menuju kemandirian Indonesia di sektor pertambangan dan mendukung inisiatif pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor emas,” kata Nico.
Keberhasilan produksi batang emas mengikuti pencapaian Freeport sebelumnya dalam mengembangkan industri pemrosesan tembaga terintegrasi, mengubah bijih mentah menjadi produk jadi.
“Tujuan kami berikutnya adalah membangun industri pemrosesan terintegrasi untuk perak,” tambah Tony.
Freeport’s Smelter memiliki kapasitas tahunan 50 ton emas dan 200 ton perak. Selain itu, memajukan kemampuan pemurnian mineral Indonesia.
