Alibaba Buat Model AI Berskala Besar

Alibaba

ASIAWORLDVIEW Alibaba perusahaan teknologi global yang membuat model AI skala besar yang dikembangkannya sendiri tersedia secara open-source. Langkah ini dimulai dengan peluncuran Model Scope, komunitas open-source, pada akhir 2022. Pada Agustus 2023, Alibaba merilis model open-source pertamanya (Qwen-7B), yang kemudian diikuti oleh beberapa iterasi lainnya, mencakup language model, multi-modal, matematika, dan coding.

Hingga Februari 2025, lebih dari 90.000 model turunan berbasis Qwen telah dikembangkan dalam komunitas open-source global Hugging Face. Hal ini mencerminkan popularitas Qwen sebagai salah satu model open-source yang paling banyak diadopsi di dunia.
Bulan lalu, Alibaba merilis model multi-modal generasi berikutnya Qwen2.5-VL dan large language model terbaru Qwen2.5-1M dalam format open-source. Keduanya mencatat hasil terbaik dalam berbagai tolok ukur yang diakui secara global.

Joe Tsai, Chairman Alibaba Group, membagikan pandangan Alibaba tentang masa depan AI, dalam sesi fireside chat di World Government Summit hari ini, Jumat (14/2). Ia menguraikan lebih lanjut dalam artikel opini (terlampir) tentang pentingnya model open-source dalam membuat AI menjadi lebih inklusif, dan memprediksi pergeseran menuju aplikasi komersial dalam pengembangan AI.

“Para developer akan lebih berfokus pada aplikasi dunia nyata yang berdampak secara ekonomi. Hal ini akan mempercepat berkembangnya model dan agen AI yang dirancang khusus untuk tugas khusus,” ia mengatakan.

Baca Juga: Ekspansi Ekonomi dan Digital, Alasan Alibaba Bangun Layanan Cloud

Investasi akan mengalir kepada perusahaan yang berinovasi dengan biaya lebih rendah dalam pelatihan dan aplikasi AI. Model open-source akan mengarah pada demokratisasi AI. Hasilnya adalah perusahaan-perusahaan dengan skala kecil dapat mengakses model frontier open-source dan mengembangkan aplikasi yang tepat guna dengan basis model tersebut.

“Aplikasi AI berbasis model dengan parameter yang lebih kecil akan semakin banyak digunakan, memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses AI. Membuat AI lebih terjangkau dan mudah diakses berarti lebih banyak perusahaan dan developer dapat berkontribusi dalam perkembangan AI, dan lebih banyak pengguna akan mendapat manfaat dari berbagai aplikasi yang bermanfaat dan inovatif,” ia menambahkan.

Dukungan Tsai untuk inovasi terbuka mencerminkan inisiatif berkelanjutan Alibaba, termasuk peluncuran model open-source large language models terbaru dari lini Qwen. Hal ini menjadi bukti komitmen jangka panjang Alibaba untuk mendorong kemajuan AI yang inklusif, mudah diakses, dan terjangkau