ASIAWORLDVIEW – Bagi investor crypto, memahami perbedaan antara Altcoin Season dan Bitcoin Season sangatlah penting. Perlu diketahui, pasar crypto bergerak dalam dua siklus utama: Bitcoin Season dan Altcoin Season.
Pada Bitcoin Season, Bitcoin mendominasi pasar dengan kenaikan harga signifikan, sementara altcoin cenderung stagnan. Sebaliknya, Altcoin Season terjadi saat investor mengalihkan dana ke altcoin, menyebabkan lonjakan harga yang lebih agresif dibandingkan Bitcoin.
Sebagai contoh, pada Maret 2024, harga BTC melonjak ke $109,079 setelah peluncuran ETF Bitcoin. Di saat yang sama, altcoin seperti Solana dan Dogecoin ikut naik pesat, menandakan awal dari Altcoin Season.
Baca Juga: Timothy Ronald Ramalkan Harga Bitcoin Bisa Capai Rp20 Miliar
Pada 2017-2018, dominasi Bitcoin turun dari 86,3% ke 38,69%. Saat itu, banyak proyek ICO (Initial Coin Offering) yang sukses mengumpulkan dana besar, mendorong harga altcoin naik drastis. Beberapa altcoin seperti EOS dan Tezos meroket dalam waktu singkat.
Kemudian, pada 2020-2021, Altcoin Season kembali terjadi akibat dampak pandemi COVID-19. Investor mulai mencari aset alternatif, mendorong kenaikan harga meme coins seperti Dogecoin dan Shiba Inu, serta booming pasar NFT. Dominasi Bitcoin turun, sementara kapitalisasi pasar altcoin naik dari 30% ke 62%.
Altcoin Season bisa menjadi momen emas bagi investor yang ingin meraih keuntungan maksimal di pasar kripto. Dengan memahami pergerakan pasar dan mengenali tanda-tandanya lebih awal, kamu bisa mengambil langkah strategis untuk memanfaatkan momentum ini.
