Bukan BTC, Ethereum Diprediksi Jadi Aset Diital Paling Menguntungkan

Ethereum.(Decrypt)

ASIAWORLDVIEW – Saat ini, Bitcoin atau BTC tengah naik daun di pasar aset digital. Namun prediksi investor menyebutkan, posisinya akan digantikan Ethereum. ETH kembali menjadi sorotan di dunia kripto, dengan proyeksi harga yang semakin menarik perhatian investor. Diprediksi mampu mencapai USD4.800 hingga USD8.000 pada 2025, asset digital ini menunjukkan potensi besar untuk menjadi salah satu aset digital paling menguntungkan.

Pada akhir 2022, Ethereum berhasil mencatat tonggak sejarah dengan menembus resistance jangka panjang, memicu kenaikan harga hingga 234%. Setelah itu, Ethereum terkonsolidasi di atas level support utama, menunjukkan stabilitas yang menjadi fondasi kuat bagi pergerakan harga berikutnya.

Indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) memberikan sinyal positif, menunjukkan bahwa peluang reli lebih lanjut masih terbuka. Sentimen pasar terhadap Ethereum sebagai platform kontrak pintar utama juga semakin meningkat, menjadikannya salah satu aset digital paling menjanjikan.

Baca Juga: Harga Crypto Naik, Antisipasi Pelantikan Donald Trump

Dalam jangka pendek, Ethereum diproyeksikan mencapai USD4.800. Target ini didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan resistance kuat di level tersebut. Para analis menyatakan bahwa jika Ethereum berhasil menembus angka $3.350, kemungkinan mencapai target ini akan semakin besar.

Adopsi Ethereum di sektor DeFi dan NFT terus tumbuh, memberikan dorongan tambahan bagi potensi kenaikan harga. Dengan konsolidasi harga yang stabil di sekitar $3.000, target ini menjadi semakin realistis untuk dicapai. Untuk jangka panjang, harga ETH USD dapat mencapai USD8.000, mencerminkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dari harga saat ini.