Tokocrypto Catat Penurunan di Pasar Kripto Jelang Akhir Tahun 2024

Tokocrypto

ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto mengalami penurunan yang signifikan hingga 9% dalam seminggu terakhir sejak tanggal 18 Desember 2024. Beberapa kripto utama, seperti Bitcoin (BTC), Solana (SOL), Ethereum (ETH), dan XRP, mencatatkan penurunan tajam. Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) terbaru, yang membawa dampak besar pada sentimen pasar.

Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pernyataan Powell ini menegaskan bahwa bank sentral AS tidak akan terlibat dalam pembentukan cadangan Bitcoin strategis, seperti halnya cadangan emas. Langkah ini semakin memperlemah narasi bahwa Bitcoin dapat menjadi aset cadangan strategis di masa depan.

“Setelah pernyataan tersebut, harga Bitcoin turun lebih dari 6,5%, jatuh di bawah USD100.000 setelah sebelumnya berada di level USD108.000. Penurunan ini juga diikuti oleh aset kripto lainnya. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Fed dan potensi penjualan Bitcoin oleh pemerintah AS di tengah rendahnya permintaan untuk ETF BTC-spot,” katanya.

Baca Juga: Cryptocurrency: Revolusi Digital Sistem Keuangan Tanpa Kendali Bank

Fyqieh mencatat bahwa pasar kripto saat ini berada dalam fase volatilitas tinggi, di mana keputusan kebijakan moneter memiliki dampak langsung terhadap sentimen investor. Menurut Fyqieh, ada faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek: Aksi ambil untung investor, arus keluar ETF BTC-spot, dan efek relasional Natal.

“Jika arus keluar ETF BTC-spot meningkat, hal ini dapat menciptakan kekhawatiran di kalangan investor retail, sehingga sulit memulihkan harga BTC ke level USD110.000. Di samping itu, positifnya ada tren historis menunjukkan adanya potensi “reli Sinterklas” pada minggu menjelang dan sesudah Natal. Namun, reli ini bersifat tidak konsisten dan tergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan,” ungkapnya.