ASIAWORLDVIEW – Pemerintah saat ini sedang mengkaji kriteria penentuan siapa saja yang berhak mendapatkan bahan bakar bersubsidi. Kabar tersebut membuat driver ojek resah.
Bahan bakar RON 90 dibanderol dengan harga Rp 10.000, dikabarkan mengalami kenaikan. Hal itu karena Petralite tak lagi mendapatkan subsidi.
Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakinkan pengemudi ojek online (ojol) tetap bisa membeli BBM bersubsidi meski ada rencana revisi skema subsidi.
“Skema subsidinya masih kita finalisasi, salah satu opsinya bisa berupa perpaduan antara subsidi BBM dan sejenisnya BLT (direct cash transfer),” kata Bahlil.
Baca Juga: Inflasi dan Biaya Hidup Mahal, Harga Rumah Makin Tak Terjangkau Generasi Muda
Bahlil menambahkan, meski skema subsidi masih dalam pembahasan, tujuan utamanya adalah memastikan subsidi tepat sasaran, khususnya untuk angkutan umum seperti taksi dan bus kota yang berpelat kuning.
Pemerintah masih mempertimbangkan bagaimana memastikan pengemudi ojol bisa mendapatkan manfaat dari subsidi tersebut. Indonesia memiliki sekitar 4 juta pengemudi online.
“Untuk ojol, masih ada pembahasan tentang cara membedakan kendaraan driver online dengan sepeda motor pribadi,” ujarnya. Kedua jenis kendaraan tersebut menggunakan pelat nomor berwarna hitam untuk menunjukkan kepemilikan pribadi, namun pengemudi ojol dapat dikenali dari seragam atau jaket perusahaannya.
