ASIAWORLDVIEW – Pemilihan Presiden AS adalah salah satu peristiwa paling penting di dunia. Karena pengaruh keputusan politik, kebijakan, dan pendekatan ekonomi negara tersebut, hal ini dapat berdampak signifikan terhadap kripto dan pasar global.
Dengan pemilihan yang diperkirakan akan berlangsung ketat, komunitas kripto menganggap proposal Trump lebih spesifik dan ekstensif dibandingkan proposal Harris. Namun, para trader harus tetap berhati-hati karena pasar mata uang kripto sangat sensitif terhadap ketidakpastian politik dan sering mengalami peningkatan volatilitas selama siklus pemilu.
Baca Juga: Masa Depan Industri Kripto Indonesia di Era Prabowo-Gibran
Para pedagang kripto memiliki bias pro-Trump yang nyata, kemungkinan besar didorong oleh niatnya yang dinyatakan secara terbuka untuk mengadopsi kebijakan pro-kripto.
Donald Trump mengusulkan untuk membuat tempat penyimpanan Bitcoin nasional yang strategis untuk memposisikan AS sebagai pemimpin dalam adopsi mata uang kripto dan mengumumkan rencana untuk membentuk dewan penasihat kepresidenan Bitcoin dan kripto untuk pedoman peraturan yang lebih jelas.
Dia juga menyuarakan niat untuk mencopot Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS saat ini, Gary Gensler, yang mengkritik sikap regulasi pemerintahan saat ini terhadap kripto.
Selain itu, pada bulan September, putra-putra Trump, Donald Trump Jr. dan Eric Trump, meluncurkan World Liberty Financial (WLFI), sebuah bursa mata uang kripto, yang menandakan keterlibatan keluarga yang semakin besar dalam industri ini.
