Prabowo-Gibran Resmi Dilantik Hari Ini, Kebijakannya Ramah Ekonomi Indonesia?

Prabowo Subianto.(Instagram/@prabowogibran2)

ASIAWORLDVIEW Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik hari ini, Minggu (20/10/2024), sebagai Presiden dan Wakil Presiden dengan berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Mantan menteri pertahanan, yang berusia 73 tahun pada hari Kamis, dielu-elukan di sepanjang jalan oleh ribuan pendukungnya yang melambai-lambaikan tangan setelah mengucapkan sumpah di depan para anggota parlemen dan para pejabat asing.

Spanduk dan baliho untuk menyambut presiden baru memenuhi jalan-jalan di ibukota, Jakarta, di mana puluhan ribu orang berkumpul untuk merayakannya, termasuk pidato-pidato dan pertunjukan musik di sepanjang jalan utama di kota itu.

Prabowo Subianto bersumpah untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan yang telah ditandatangani seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini menghabiskan dana yang fantastis, hingga saat ini Rp72,5 triliun.

Namun Andry Satrio Nugroho, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menilai bahwa Prabowo tidak akan terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur jika dibandingkan dengan Jokowi, dikutip Channel News Asia.

“Prabowo mungkin tidak ingin APBN terbebani oleh IKN. Kita tahu bahwa hanya 15 triliun rupiah yang dialokasikan dari APBN 2025 untuk itu (tahun depan),” ujar Andry, menunjukkan penurunan tajam dari APBN tahun ini, di mana pemerintah mengalokasikan 44 triliun rupiah untuk pembangunan ibu kota baru. “Dan ini adalah tanda bahwa Prabowo tidak akan fokus pada hal itu (IKN).”

Baca Juga: Proyek Ambisius, Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

Selain itu, melakukan pembatasan ekspor bahan mentah yang dimaksudkan untuk meningkatkan industri dalam negeri. Dia meluncurkan rencana senilai menyediakan makanan gratis di sekolah-sekolah. Selain itu, berniat memerangi korupsi endemik dengan menaikkan gaji pegawai negeri dan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

Tak hanya ekonomi, Prabowo juga berencana menggunakan teknik pertanian baru untuk mengubah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia ini. Bahkan, menjadi pengekspor makanan dalam waktu lima tahun.

Prabowo Subianto juga menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun pemerintahannya. Meskipun terkesan terlalu ambisius karena lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi saat ini, pemerintah optimistis target itu dapat tercapai sesuai skenario Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RJPN) Indonesia Emas 2045.