TikTok Kembali Bisa Diakses Users di AS, Pemblokiran Batal?

TikTok

ASIAWORLDVIEW – Aplikasi media sosial TikTok telah memulihkan layanannya di Amerika Serikat. Sebelumnya, aplikasi asal China yang tengah viral ini dilaporkan akan diblokir, terjadi penutupan selama 14 jam.

TikTok berterima kasih kepada Presiden terpilih Donald Trump atas upayanya dan penangguhan yang dijanjikan. Penutupan ini terjadi di tengah tekanan pemerintah AS agar ByteDance, perusahaan induk TikTok di China, melepas kepemilikannya karena kekhawatiran atas keamanan nasional dan potensi penyalahgunaan data pengguna AS.

TikTok sempat tidak dapat diakses oleh beberapa pengguna di Amerika Serikat dan tidak tersedia di toko aplikasi, karena tidak memenuhi tenggat waktu 19 Januari yang ditetapkan berdasarkan undang-undang federal yang diberlakukan tahun lalu.

Baca Juga: Token $TRUMP, Satu-satunya Meme Resmi Donald Trump Coin

Pengguna yang masuk ke TikTok disambut dengan pesan pop-up yang berterima kasih kepada Trump karena telah membantu kembalinya TikTok. Pesan itu berbunyi: “Selamat datang kembali! Sebagai hasil dari upaya Presiden Trump, TikTok kembali ke AS.”

Berbicara dalam sebuah rapat umum kemenangan di Washington DC, Donald Trump mengonfirmasi pemulihan TikTok. “Mulai hari ini, TikTok telah kembali,” katanya kepada para hadirin yang bersorak-sorai. “Sejujurnya, kita tidak punya pilihan lain, kita harus menyelamatkannya.”

Ia mengumumkan rencana untuk memberikan perpanjangan waktu 90 hari kepada TikTok setelah ia menjabat, memberikan platform ini waktu tambahan untuk mendapatkan pembeli di luar China. “Saya akan menyetujuinya, tetapi biarkan Amerika Serikat memiliki 50% saham TikTok,” kata Trump dalam pidatonya. “Dan Amerika Serikat akan melakukan apa yang kami sebut sebagai ‘usaha patungan’.”