ASIAWORLDVIEW – Liga basket 3-on-3 BIG3 milik Ice Cube kini berada di titik krusial dengan rencana go public melalui SPAC merger bersama Graf Global Corp. Ini akan menjadikannya liga olahraga profesional pertama di Amerika Serikat (AS) yang diperdagangkan secara publik dengan valuasi sekitar USD290 juta.
Sebagaimana dilaporkan AFROTECH sebelumnya, liga 3-on-3 yang diluncurkan pada 2017 ini mengelola tim-tim di berbagai kota, termasuk Miami (Miami 305), Houston (Houston Rig Hands), dan Los Angeles (LA Riot), yang kabarnya masing-masing dijual seharga USD10 juta.
Pada bulan Juni, BIG3 mengumumkan rencana untuk go public, sehingga para penggemar dapat memiliki saham di liga tersebut. Menurut siaran pers, valuasi BIG3 dilaporkan mencapai $290 juta. Sebagai hasilnya, BIG3 sedang menandatangani perjanjian definitif untuk merger dengan Graf Global Corp., sebuah perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) yang sudah terdaftar di bursa saham.
Ambisi ini bukan hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga visi Ice Cube untuk menjadikan BIG3 sebagai wadah yang menghubungkan basket dengan budaya, komunitas, dan memberi kesempatan bagi fans untuk ikut memiliki saham serta “tumbuh bersama liga.”
Baca Juga: Harga NFT Naik, Bored Ape dan Pudgy Penguins Pimpin Reli
Namun, langkah besar ini dibayangi oleh gugatan hukum serius terkait penjualan Non-Fungible Token atau NFT pada 2022. Saat itu, BIG3 menawarkan dua tier NFT, Fire (USD25.000) dan Gold (USD5.000), yang menjanjikan hak voting, akses VIP, merchandise eksklusif. Bahkan bagian dari penjualan tim.
Masalah muncul ketika empat tim dijual ke investor eksternal dengan total hampir USD40 juta, tetapi pemegang NFT tidak menerima bagian keuntungan sebagaimana dijanjikan. Liga berargumen bahwa tim lama hanya “hiatus” dan tim baru adalah “expansion”.
Mereka tidak berkewajiban membagi hasil. Gugatan yang diajukan menuduh adanya fraudulent concealment, breach of contract, dan misrepresentation, dengan pengacara investor menyoroti bahwa janji kepemilikan “selamanya” ternyata hanya berlaku tiga tahun.
Jika gugatan ini dimenangkan oleh investor, BIG3 berpotensi menghadapi kompensasi besar serta tekanan regulasi tambahan yang dapat menghambat ekspansi internasionalnya. IPO BIG3 bukan hanya ujian bagi liga itu sendiri, tetapi juga bagi model bisnis berbasis blockchain dalam dunia olahraga.
“Kami sangat antusias karena BIG3 akan menjadi liga olahraga profesional pertama yang terdaftar di bursa saham di AS,” kata Ice Cube dalam siaran pers tersebut. “Memimpin generasi baru olahraga yang sedang berkembang, BIG3 menghubungkan bola basket dengan budaya, penggemar, dan komunitas tim kami. Go public adalah langkah kami selanjutnya. Hal ini mengangkat kami ke panggung yang lebih besar, mempercepat potensi internasional kami, dan memberi penggemar cara untuk tumbuh bersama kami, mendukung kami, serta turut serta dalam kesuksesan kami.”
