Aksi Jual Massal Kripto, Likuidasi Bitcoin Capai USD76 Juta

Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Bitcoin masih berada di bawah tekanan karena ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat para pedagang menjauhi aset berisiko. Harga BTC merosot di bawah USD62.000 setelah turun 3,17% dalam 24 jam menjadi USD61.777.

Pergerakan ini sejalan dengan koreksi pasar yang lebih luas, di mana total kapitalisasi pasar kripto turun 3,08% menjadi $2,13 triliun. Tekanan jual meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Ia juga memperingatkan bahwa AS dapat melancarkan serangan lebih lanjut setelah menuduh Teheran melanggar perjanjian sebelumnya.

Pernyataan terbaru tersebut mengguncang pasar global dan mendorong kenaikan harga minyak. Para pedagang khawatir akan terganggunya pasokan jika ketegangan yang mengancam rute pelayaran di Selat Hormuz semakin memanas.

Penurunan Bitcoin juga mengakibatkan likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Data menunjukkan posisi BTC senilai USD76,85 juta dilikuidasi dalam 24 jam.

Para trader long mengalami kerugian terbesar, yang mencapai USD65,01 juta dari total likuidasi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak posisi bullish terpaksa ditutup karena Bitcoin gagal mempertahankan level-level kunci.

Baca Juga: Bitcoin Pulih ke Atas USD60.700 Usai Pernyataan Fed, Solana Pimpin Kenaikan Kripto

Pasar kripto secara umum bergerak ke arah yang sama, turun 2,91% dalam periode waktu yang sama. Penurunan tersebut menjadi tanda berkurangnya minat terhadap aset-aset yang volatil di tengah guncangan geopolitik. Pertanyaan yang muncul di pasar saat ini adalah apakah Bitcoin dapat kembali ke level $62.000 atau tidak. Pergerakan yang lebih kuat di atas level tersebut berpotensi meredakan tekanan saat ini dan mengurangi tekanan jual tambahan.

Namun, ancaman militer yang terus berlanjut mungkin membuat para trader tetap berhati-hati dalam jangka pendek. Kenaikan harga minyak juga dapat menambah kekhawatiran inflasi, yang sering kali merugikan aset berisiko.

Jika terjadi aksi jual lebih lanjut, Bitcoin mungkin akan menguji kembali level support yang lebih rendah di sekitar 60.500. Pergerakan di bawah area tersebut berpotensi memicu likuidasi lebih lanjut di pasar.

Sementara itu, masa depan BTC bergantung pada berita geopolitik dan kepercayaan pasar. Para pedagang memantau perkembangan hubungan AS-Iran sebelum mengambil keputusan arah perdagangan.

Menurut data SoSoValue, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar USD21,435 juta pada 7 Juli. Arus masuk ini memperpanjang tren positifnya menjadi tiga hari perdagangan berturut-turut. ETF Ethereum spot juga mengalami permintaan baru, dengan mencatat arus masuk bersih sebesar USD26,925 juta.

Hal ini menandai hari keempat berturut-turut arus masuk positif. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa minat institusional tetap tinggi meskipun terdapat ketidakpastian yang meningkat di pasar. Seorang analis kripto mengatakan harga BTC turun di bawah USD62.000 setelah Trump mengumumkan berakhirnya MOU AS-Iran. Jika BTC menutup hari di bawah level tersebut, penurunan ke $60.000 mungkin terjadi. Analis tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berjuang di sekitar level resistensi jangka pendek setelah mengalami koreksi tajam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *