ASIAWORLDVIEW – Sekretaris Jenderal Asprov PSSI DKI Jakarta, Fauzan, menyambut penuh semangat dan optimisme peresmian penyelenggaraan Jakarta Barat Junior League (JBJL) 2026 yang resmi dihelat pada Sabtu, (4/7/2026). Menurutnya, membangun energi positif bagi generasi muda.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa JBJL bukanlah sekadar kompetisi seremonial tahunan, melainkan sebuah proyek strategis pembinaan usia dini yang menjadi model percontohan bagi seluruh wilayah DKI Jakarta dalam menjaring dan membentuk pesepakbola muda berbakat secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Jakarta Barat, dengan populasi anak muda yang masif dan karakter masyarakatnya yang kompetitif, merupakan ladang subur bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola kelas nasional, sehingga kehadiran liga ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan akan wadah pembinaan yang profesional dan terstandardisasi,” ia mengatakan.
Baca Juga: Liga Junior Jakarta Barat 2026: Mencetak Generasi Emas Sepak Bola
Ia menekankan bahwa Asprov PSSI DKI Jakarta memberikan dukungan penuh, mulai dari aspek teknis berupa penyediaan wasit dan pelatih berlisensi, hingga pendampingan kurikulum pembinaan yang selaras dengan filosofi sepak bola Indonesia, agar setiap pemain yang berlaga tidak hanya diasah kemampuan fisik dan taktikalnya, tetapi juga dibentuk karakter, sportivitas, dan kecintaannya terhadap permainan.
“Saya berharap JBJL 2026 akan menjadi pintu gerbang bagi anak-anak Jakarta Barat untuk menembus tim Pra-PON DKI Jakarta, Piala Soeratin, hingga level yang lebih tinggi seperti Elite Pro Academy dan tim nasional kelompok umur,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Askot PSSI Jakarta Barat, pemerintah kota, pihak swasta, dan akademi-akademi lokal, seraya mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai gerakan kolektif membangun ekosistem sepak bola nasional yang dimulai dari akar rumput Ibu Kota.
