ASIAWORLDVIEW – Saham SpaceX kembali menjadi sorotan. Perusahaan teknologi antariksa dan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk ini mencatat lonjakan signifikan.
Saham SPCX naik sekitar 4% hari ini dan diperdagangkan mendekati level USD160 untuk sesaat. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme terkait masuknya perusahaan tersebut ke dalam indeks Nasdaq-100 minggu depan, yang berpotensi semakin meningkatkan daya tarik perusahaan. Namun, laporan terbaru dari Citadel Securities telah memicu kekhawatiran terkait aset berisiko serta perusahaan AI dalam waktu dekat.
Saham SpaceX naik 3,67% pada saat artikel ini ditulis menjadi USD158,85, yang menunjukkan minat yang kuat dari para pelaku pasar. Pergerakan terbaru ini memperpanjang momentum yang terjadi belakangan ini pada saham SPCX seiring para investor mempersiapkan diri menjelang masuknya perusahaan ke dalam Indeks Nasdaq-100 yang dijadwalkan pada 7 Juli.
Sementara itu, pelaku pasar meyakini bahwa masuknya saham tersebut ke dalam indeks dapat secara signifikan meningkatkan permintaan terhadap saham tersebut. Dana pasif dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang mengikuti Indeks Nasdaq-100 kemungkinan besar perlu menambahkan saham SpaceX ke dalam portofolio mereka.
Baca Juga: Saham SpaceX Melonjak 17%, Kapitalisasi Pasar Lampaui Amazon dan Microsoft
Analis memperkirakan bahwa masuknya saham tersebut ke dalam indeks dapat memicu pembelian pasif senilai hampir $4 miliar. Arus masuk dana semacam ini seringkali meningkatkan likuiditas sekaligus meningkatkan kepemilikan institusional.
Saham SPCX juga telah memastikan tempatnya di Indeks Russell 1000. Namun, saham tersebut masih berada di luar S&P 500 karena indeks acuan tersebut tetap menerapkan persyaratan masa tunggu 12 bulan sebelum perusahaan yang baru memenuhi syarat dapat ditambahkan.
Terlepas dari sentimen optimis seputar saham SpaceX (SPCX), Citadel Securities telah mendesak investor untuk tetap waspada terhadap prospek pasar yang lebih luas. Menurut laporan Bloomberg yang mengutip perusahaan perdagangan tersebut, investor mungkin meremehkan komitmen pimpinan Federal Reserve dalam mengendalikan inflasi.
Jika suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, aset-aset dengan pertumbuhan tinggi dan sensitif terhadap risiko dapat menghadapi tekanan tambahan. Hal ini juga memicu spekulasi mengenai dampaknya terhadap pasar kripto, yang sudah menghadapi tekanan jual yang berat selama beberapa minggu terakhir.
Sementara itu, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa reli yang didorong oleh AI mungkin akan menghadapi hambatan baru. Hambatan tersebut meliputi melemahnya permintaan, penurunan imbal hasil investasi, serta meningkatnya pengawasan politik dan regulasi di seluruh sektor ini.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, para investor sedang mengevaluasi apakah hambatan pasar AI yang lebih luas juga akan berdampak pada kinerja SpaceX dalam beberapa hari mendatang. Baru-baru ini, CIO Alliance telah memperingatkan bahwa rencana penjualan obligasi SpaceX mengisyaratkan adanya kendala besar bagi pasar keuangan secara luas di masa mendatang.
