ASIAWORLDVIEW – Pengumpulan dan daur ulang karton kemasan makanan serta minuman merupakan langkah penting dalam mendukung keberlanjutan. Karton bekas yang biasanya berakhir sebagai limbah dapat diolah kembali menjadi bahan bernilai, seperti kertas daur ulang atau material ramah lingkungan lain, sehingga mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.
Proses ini bukan hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan adanya sistem pengumpulan yang terstruktur, komunitas lokal—terutama pemulung dan pelaku usaha kecil, dapat memperoleh peluang ekonomi baru, sementara masyarakat luas diajak untuk lebih sadar dalam memilah sampah.
Program Cartons for Communities yang diluncurkan oleh Tetra Pak di Indonesia merupakan sebuah inisiatif penting untuk memperkuat sistem pengumpulan dan daur ulang karton kemasan makanan serta minuman. Melalui program ini, Tetra Pak berupaya membangun ekosistem berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, pelaku industri, dan mitra daur ulang.
“Langkah ini dilakukan agar karton bekas tidak berakhir sebagai limbah, melainkan dapat diolah kembali menjadi produk bernilai. Inisiatif ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, di mana konsumen diajak untuk lebih sadar dalam memilah dan mengumpulkan karton bekas, sementara mitra daur ulang diberdayakan dengan dukungan teknologi dan akses pasar yang lebih luas,” sebut wakil dari Tetra Pak dalam siaran pers, Rabu (24/6/2026).
Selain itu, daur ulang karton mendukung terciptanya ekonomi sirkular, di mana setiap kemasan memiliki siklus hidup lebih panjang dan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir. Hal ini membantu mengurangi emisi karbon, menekan volume sampah, serta memperkuat ketahanan lingkungan dalam jangka panjang. Dengan kolaborasi antara masyarakat, industri, dan pemerintah, pengumpulan serta daur ulang karton kemasan menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menciptakan gaya hidup berkelanjutan. Pada akhirnya, upaya ini bukan sekadar pengelolaan limbah, melainkan strategi untuk membangun masa depan yang lebih hijau, sehat, dan bertanggung jawab bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Gunakan Kayu Daur Ulang, UMKM Indonesia Berprestasi di Ajang Global Alibaba.com
Tetra Pak bertujuan memperluas akses ke titik pengumpulan dan mempermudah proses daur ulang karton kemasan makanan dan minuman bagi masyarakat. Selain berfokus pada aspek lingkungan, program ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Dengan memperkuat rantai pengumpulan karton, Tetra Pak membuka peluang ekonomi bagi komunitas lokal, terutama para pemulung dan pelaku usaha kecil yang terlibat dalam proses daur ulang.
Karton yang terkumpul dapat diolah menjadi berbagai produk baru, seperti kertas daur ulang atau bahan bangunan ramah lingkungan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.
Pada tahun 2025 saja, sekitar 4.847 ton karton minuman berhasil dikumpulkan dan didaur ulang di Indonesia, kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti kertas, papan daur ulang, dan palet logistik. Upaya ini didukung oleh jaringan mitra pengumpulan dan daur ulang, termasuk 57 pusat pengumpulan yang beroperasi di wilayah perkotaan Jawa dan Bali.
“Tetra Pak berupaya menjadikan Indonesia sebagai contoh bagaimana inovasi dalam pengelolaan limbah dapat menciptakan dampak positif yang luas. Program ini memperkuat posisi Indonesia dalam upaya global menuju ekonomi sirkular, di mana setiap kemasan memiliki siklus hidup yang lebih panjang dan lebih bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya.
