ASIAWORLDVIEW – Saham Space Exploration Technologies Corp. (SPCX) milik Elon Musk melonjak tajam pada hari Selasa dengan kenaikan tertinggi mencapai lebih dari 17%. Nilai pasar saham SpaceX melampaui Amazon dan Microsoft sehingga menjadi perusahaan terbesar keempat di dunia.
Saham SPCX melonjak hingga 17,21% pada hari itu dan mencapai level tertinggi harian di USD225,64. Kenaikan ini menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan tumbuh menjadi USD2,93 triliun.
Pada saat itu, SpaceX sempat mengungguli Microsoft, yang harga sahamnya turun 1,63% menjadi USD393,24 dengan kapitalisasi pasar hampir USD2,92 triliun. Meskipun demikian, pada saat artikel ini ditulis, SpaceX mencatatkan kenaikan sekitar 15%, yang menempatkannya di bawah Microsoft.
Baca Juga: Kisah Elon Musk Jadi Orang Pertama dengan Kekayaan Rp 1 Triliun Dolar AS
Sementara itu, SpaceX juga unggul atas Amazon, yang naik 0,25% menjadi USD246,72 dengan nilai pasar hampir USD2,63 triliun. Meskipun terjadi volatilitas pada awal perdagangan, SPCX tetap berada di atas Amazon dalam hal nilai pasar.
Lonjakan baru-baru ini juga terjadi setelah kenaikan harga saham yang masif semalam. Pada hari Senin, saham SpaceX telah melonjak 19,60% menjadi USD192,50 di tengah pengumuman perjanjian damai AS-Iran.
Selanjutnya, pada sesi setelah jam perdagangan, saham tersebut naik lagi sebesar 11,57% menjadi USD214,86 dalam perdagangan momentum. Selain itu, saham tersebut melonjak hampir 10% dalam perdagangan pra-pasar pada hari Selasa dan mulai naik lagi setelah pasar dibuka.
Kenaikan saham SpaceX ini terjadi setelah Space Exploration Technologies Corp. dan anak perusahaannya, X67 Inc., mengumumkan perjanjian merger dengan Anysphere Inc. Sebagai konteks, kesepakatan ini akan membuat X67 Inc. menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh SpaceX milik Elon Musk.
Semua saham biasa dan preferen Cursor akan secara otomatis dikonversi menjadi hak yang terkait dengan saham SpaceX pada akhir proses merger. Cursor dinilai sekitar USD60 miliar berdasarkan skema pertukaran saham sepenuhnya.
Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan memenuhi syarat penutupan yang lazim, serta diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026, demikian menurut SpaceX. Hal ini merupakan salah satu alasan utama lonjakan 10% saham SPCX di pra-pasar, karena hal ini berpotensi meningkatkan pangsa pasar perusahaan kedirgantaraan tersebut.
