Aksi Jual Massal Guncang Pasar Kripto, ETF BlackRock Jadi Sorotan

Ehereum dan Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Aksi jual di pasar kripto semakin meluas pada hari Rabu (27/5/2026), dengan kapitalisasi pasar global anjlok hampir 1,5% menjadi USD2,53 triliun. Bitcoin turun 3% ke level terendah $75 ribu hari ini, sejalan dengan pergerakan serupa pada ETH, XRP, SOL, Zcash, NEAR, dan lainnya.

Hal ini merupakan kelanjutan dari tekanan koreksi baru-baru ini, bukan crash besar-besaran, yang didorong oleh campuran sentimen risk-off makro, arus keluar dana dari ETF Bitcoin dan Ethereum spot, likuidasi pasar kripto akibat sanksi HTX, serta kelemahan teknis.

Selain itu, Indeks Ketakutan & Keserakahan Pasar Kripto mencatat penurunan tajam dalam sentimen dari 34 (ketakutan) menjadi 25 (ketakutan ekstrem) hari ini. Sementara itu, para ahli memperingatkan potensi kejatuhan pasar kripto di masa mendatang.

Pasar kripto mengalami aksi jual yang lebih luas setelah sebuah institusi menjual saham ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) senilai USD1,3 miliar dalam transaksi blok di dark pool. Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, mengatakan pasar menyerapnya dengan baik karena harga tetap tidak berubah hari ini.

Hal ini terjadi di tengah arus keluar berturut-turut dari ETF Bitcoin spot. IBIT milik BlackRock mengalami arus keluar sebesar USD192,4 juta pada hari Selasa, menurut data Farside Investors. Total arus keluar bersih dari ETF Bitcoin spot meningkat menjadi USD333,6 juta.

Baca Juga: Pasar Kripto Fluktuatif, Investor Waspada Tekanan Makroekonomi

Sementara itu, ETF Ethereum spot juga mengalami arus keluar sebesar USD35,1 juta, dengan FETH milik Fidelity mengalami penarikan sebesar $17 juta. ETHA milik BlackRock mencatat arus keluar sebesar USD1,9 juta.

Institusi sedang mengalihkan dana dari Bitcoin dan ETH ke dana yang berfokus pada altcoin seperti XRP, NEAR Protocol, dan ETF SOL. Dana kripto secara global mengalami arus keluar sebesar USD1,47 miliar, menandai minggu negatif kedua berturut-turut.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun (US10Y) turun ke sekitar 4,47%, mencapai level terendah dalam dua minggu. Investor semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di tengah tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan damai AS-Iran.

Indeks Dolar AS (DXY) stabil di sekitar 99 setelah pekan yang volatil, seiring pernyataan Presiden Trump bahwa pembicaraan mengenai perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih berlangsung. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa kesepakatan akhir mungkin masih memerlukan beberapa hari lagi untuk diselesaikan.

Para investor kini menanti data inflasi PCE yang akan dirilis pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan Federal Reserve di masa depan. Perkiraan para ekonom menunjukkan bahwa data inflasi PCE akan mencapai 3,8%, naik dari 3,5% sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *